Gaungkan Polantas Karib, Kakorlantas Aktifkan Lagi Budaya Senyum, Sapa, Salam

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Jakarta -

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Wibowo terus mendorong transformasi pelayanan kepolisian lampau lintas agar semakin dekat dan dicintai masyarakat melalui program Polantas KARIB (Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas). Guna mewujudkan sosok polisi nan datang sebagai sahabat publik, dia membeberkan tiga kunci utama nan kudu diterapkan oleh seluruh personel di lapangan.

Hal tersebut diutarakan Irjen Wibowo saat menjadi bintang tamu dalam program detikSore nan tayang di detikcom pada Rabu (29/7/2026). Ia menekankan bahwa perubahan besar dalam pelayanan publik kudu dimulai dari transformasi internal, terutama pada pola pikir (mindset) setiap personil Polantas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah sering sampaikan kepada seluruh jejeran bahwa tugas ini adalah sebuah kebanggaan, sebuah kehormatan. Harus dilandasi oleh hati nurani nan bersih dan keikhlasan. Ini nan paling utama," ujar Wibowo.

Kembalikan Kultur 'Senyum, Sapa, Salam'

Untuk mengikis pemisah antara petugas dan masyarakat, Irjen Wibowo menginstruksikan jajarannya untuk mengaktifkan kembali budaya dasar pelayanan berorientasi humanis, ialah 3S: Senyum, Sapa, dan Salam.

"Dulu kita kenal namanya senyum, sapa, salam. Nah, ini terus kita aktifkan kembali. Kita berjumpa dengan masyarakat dengan senyum. Dalam kondisi apa pun, dalam persoalan apa pun, layani masyarakat dengan senyum. Itu kunci utamanya," imbuh Wibowo.

Ia menganalogikan situasi saat masyarakat mendatangi instansi pelayanan kepolisian alias berinteraksi dengan petugas di jalan. Pendekatan nan ramah dan menenangkan dinilai menjadi pintu utama penyelesaian masalah.

"Analogi sederhananya begini. Kita datang ke sebuah letak pelayanan, jika kita dilayani dengan senyum, rasanya hati kita kan adem, ya? Terlepas apakah persoalan kita itu selesai alias tidak, tetapi hati kita sudah sejuk dulu. Kan itu intinya sebetulnya," ucap Wibowo.

Sebaliknya, dia mengingatkan bahwa sikap kaku alias tidak ramah dari petugas justru berpotensi memperkeruh suasana dan menurunkan tingkat kepercayaan publik.

"Tapi sebaliknya, begitu kita datang dan dilayani dengan sikap nan tidak ramah, ditambah persoalan nan tidak selesai, akhirnya persoalan bisa bertambah lagi. Dan ini nan tidak kita harapkan," sambungnya.

Irjen Wibowo pun menggarisbawahi komitmennya untuk mencetak personel Polantas nan bisa memadukan ketegasan patokan penegakan norma dengan kepribadian nan humanis di lapangan.

Lima Pilar Utama Polantas KARIB

Untuk mewujudkan polisi sebagai sahabat masyarakat, Kakorlantas merinci lima pilar esensial nan menjadi referensi bertindak bagi seluruh personel lampau lintas di lapangan:

Kemitraan: Membangun ruang kerjasama nan luas dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), komunitas, serta komponen masyarakat dalam mengelola keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lampau lintas (Kamseltibcarlantas).

Aktif: Mendorong personel untuk senantiasa datang dan berkedudukan aktif di tengah masyarakat sebelum timbulnya potensi masalah alias kemacetan.

Responsif: Menuntut kesigapan petugas dalam merespons sigap setiap aduan, kemacetan, maupun kondisi darurat jalanan secara tepat dan adil.

Intuitif: Mengasah kepekaan dan kepedulian personel di lapangan agar tidak cuek terhadap kesulitan nan dialami pengguna jalan.

Berintegritas: Menjadikan kejujuran dan profesionalisme sebagai tembok utama dalam menjalankan tugas sentra pelayanan maupun penegakan hukum.

Program Polantas KARIB sekarang bukan sekadar wacana di tingkat pusat, melainkan telah diimplementasikan secara serentak oleh jejeran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda hingga Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres di seluruh wilayah Indonesia.

Di beragam daerah, semangat KARIB diterjemahkan langsung dalam tindakan nyata di lapangan. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik nan humanis di sentra SIM dan Samsat, sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pengemudi, sekolah, dan komunitas, tindakan tanggap darurat membantu pengemudi kendaraan mogok di ruas tol, hingga edukasi persuasif bagi para pelanggar lampau lintas.

Dengan berjalannya program ini secara masif di seluruh Polda dan Polres se-Indonesia, Korlantas Polri optimistis tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga kepolisian bakal terus meningkat, seiring terwujudnya Kamseltibcarlantas nan kondusif di Tanah Air.

(isa/hri)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News