PT Tracon Industri, perusahaan penyedia industrial plant solution and services, mencatat akumulasi 25 juta jam kerja kondusif tanpa kecelakaan nan menyebabkan kehilangan waktu kerja (Zero Lost Time Injury/LTI) hingga September 2026.
Capaian tersebut diraih dari akumulasi jam kerja seluruh personel Tracon di puluhan letak proyek nan dikerjakan perusahaan. Proyek-proyek tersebut mempunyai spektrum akibat nan beragam, mulai dari akibat rendah (low risk), menengah (medium risk), hingga tinggi (high risk).
Pencapaian 25 juta jam kerja kondusif ini bertepatan dengan peringatan 25 tahun perjalanan PT Tracon Industri. Perusahaan menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari penerapan Sistem Manajemen HSE (Health, Safety, and Environment) nan terintegrasi dalam aktivitas upaya dan operasional.
Direktur Utama PT Tracon Industri Muhammad Badri Halim mengatakan keselamatan kerja menjadi bagian krusial dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan, terutama ketika menjalankan proyek dengan tingkat akibat nan beragam.
“Menjaga amanah agar para pekerja bisa pulang menemui family mereka dengan selamat adalah fondasi utama dari DNA perusahaan kami. Bagi PT Tracon Industri, keselamatan kerja bukanlah penghalang produktivitas,” kata Badri dalam keterangannya, Jumat (18/9).
Menurutnya, penerapan sistem keselamatan kerja nan disiplin juga berangkaian dengan aspek upaya lantaran dapat membantu mencegah kerugian akibat downtime dan gangguan operasional.
“Jika dilihat dari kacamata bisnis, ketika keselamatan SDM terlindungi dengan sistem nan disiplin, kerugian akibat downtime dan gangguan operasional otomatis dapat dicegah. Pencapaian 25 juta jam kerja kondusif di usia 25 tahun bukan sekadar prestasi internal, melainkan agunan keandalan (reliability) nan kami tawarkan kepada para pemilik proyek dan mitra strategis,” ujarnya.
Selain mencatat 25 juta jam kerja tanpa LTI, Tracon Industri juga melaporkan nihil kasus lingkungan (Zero Environment Case). Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan pencegahan tumpahan bahan operasional (spill control), pengelolaan limbah sisa proyek sesuai regulasi, serta efisiensi daya di area kerja.
Untuk menjaga standar keselamatan di beragam letak proyek, perusahaan menjalankan sejumlah program pengembangan kompetensi personel. Program tersebut antara lain Induction, training Emergency Response Team, Basic Life Support, hingga Job Safety Analysis (JSA).
Tracon Industri juga menerapkan sejumlah inisiatif HSE, seperti HSE Golden Rules, HSE Handbook, Safety Moment, publikasi HSE News dan HSE Poster, pemasangan rambu keselamatan di area kerja, serta pemberian apresiasi melalui HSE Award.
Di sisi digital, perusahaan menggunakan Individual Safety Activity Plan (iSAP) melalui ELVIS (Employee Self Services) untuk mendukung komunikasi dan pemantauan aktivitas keselamatan. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi dan responsivitas proses internal.
Dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Tracon Industri juga telah mempunyai sejumlah sertifikasi mengenai keselamatan dan lingkungan, ialah Sertifikasi SMK3 berasas PP Nomor 50 Tahun 2012, ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen K3, serta ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan.
Badri mengatakan pengalaman mempertahankan standar keselamatan di puluhan letak proyek secara berbarengan menjadi bagian dari modal perusahaan dalam mengembangkan upaya ke depan.
“Perjalanan seperempat abad ini menjadi pembuktian adaptabilitas PT Tracon Industri. Ke depan, seiring transisi sektor industri menuju praktik nan lebih hijau dan efisien, kami siap membawa standar operasional bergengsi bumi ini untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional berikutnya,” tutup Badri.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·