Sebuah toko kelontong “Adi Jaya” di Jalan Kodam Raya, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, diacak-acak oleh sejumlah orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (3/5) sore.
Dalam rekaman nan beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang terlibat perselisihan di depan warung. Warga sekitar berupaya melerai untuk mencegah keributan meluas. Sejumlah peralatan dagangan seperti galon dan dus air mineral tampak berceceran di lokasi.
Ketua RT 09/RW 07 Sumur Batu, Bambang (51), mengatakan dirinya tidak berada di letak saat kejadian berlangsung. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan dari warga.
“Untuk kronologisnya saya nggak ada di tempat, posisi saya di Tangerang. Jadi inti permasalahannya saya kurang jelas,” kata Bambang saat ditemui di lokasi, Selasa (5/5).
Bambang menyebut kejadian berjalan sekitar pukul 15.00 WIB alias selepas waktu Asar. Ia juga belum sempat berjumpa langsung dengan korban berjulukan Dedi, nan sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati.
“Korban sempat dirawat, sekarang sudah di rumah, tapi tinggalnya di Tanjung Priok. Belum kembali ke warung,” ujarnya.
Menurut Bambang, korban sehari-hari memang tinggal di warung tersebut berbareng dua penjaga lain. Namun dalam kejadian itu, hanya Dedi nan mengalami pemukulan.
“Penjaganya ada tiga orang, tapi nan kena hanya satu, si Dedi,” ucapnya.
Dipicu Biaya Admin QRIS
Terkait dugaan penyebab keributan, Bambang mengatakan perihal itu dipicu persoalan biaya manajemen pembayaran QRIS. Namun, dia menegaskan belum ada kepastian mengenai perihal tersebut.
“Infonya lantaran admin QRIS, tapi itu baru info ya,” kata dia.
Meski demikian, Bambang mengungkapkan persoalan tersebut telah diselesaikan secara tenteram antara kedua belah pihak.
“Tadi saya telepon pemiliknya, katanya sudah selesai. Sudah ada perjanjian damai, sudah tanda tangan dari kedua pihak,” katanya.
Sementara itu, Edi (41), pedagang buah di sekitar letak nan menjadi saksi mata, mengaku tidak mengetahui awal mula keributan. Ia mengatakan saat kejadian sedang konsentrasi bekerja sebelum mendengar bunyi gaduh.
“Awalnya nggak tahu, tiba-tiba ada bunyi berisik. Kirain lagi nurunin barang,” ujar Edi.
Saat mendekat, Edi memandang seorang laki-laki mengambil tabung gas dan memukulkannya ke etalase warung hingga pecah.
“Dia ambil tabung, dipukul ke etalase. Pecah,” katanya.
Menurut Edi, pelaku nan melakukan perusakan terlihat hanya satu orang, sementara penduduk dan beberapa orang lainnya berupaya melerai.
“Yang mukul satu orang, nan melerai ada beberapa,” ucap dia.
Edi menambahkan, korban diketahui tinggal di warung tersebut sehari-hari. Setelah kejadian, warung langsung ditutup dan hingga sekarang belum kembali beroperasi.
“Sejak malam kejadian langsung diberesin dan tutup,” katanya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·