Gangguan Teknis Bikin Kacau, 1.000 Penerbangan Terganggu di 6 Bandara

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Gangguan teknis pada sistem pengendalian lampau lintas udara Inggris memicu kekacauan penerbangan di sejumlah airport utama pada Selasa (8/9/2026). Hampir 1.000 penerbangan terdampak akibat masalah pada sistem milik penyedia jasa navigasi udara NATS.

NATS mengatakan gangguan pada sistem pemrosesan info penerbangan telah teratasi pada Selasa malam, meski pemulihan jaringan memerlukan waktu.

"Masalah sistem kami sekarang telah teratasi; kami beraksi secara normal dan berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai penumpukan penerbangan," kata NATS melalui platform X.

CEO NATS Martin Rolfe mengatakan penyelidikan mengenai penyebab gangguan tetap berlangsung.

"Kami belum mengetahui secara pasti apa nan sebenarnya terjadi," ujar Rolfe kepada Sky News, seraya menegaskan bahwa aspek keselamatan penerbangan tidak terganggu.

Data FlightAware menunjukkan sekitar 490 penerbangan keberangkatan mengalami keterlambatan di enam bandara, ialah Heathrow, Gatwick, London City, Luton, Edinburgh, dan Bristol, hingga pukul 15.18 GMT. Sementara itu, sekitar 525 penerbangan kehadiran di bandara-bandara tersebut dibatalkan alias mengalami penundaan.

Heathrow menjadi salah satu airport nan paling terdampak. Hingga malam hari, 38 dari 661 agenda kehadiran dibatalkan alias tidak dapat beroperasi, sementara British Airways membatalkan 16 dari 333 agenda keberangkatan.

"Parahnya masalah ini berfaedah bakal ada akibat berantai nan signifikan bagi pengguna dan karyawan," kata British Airways.

Analis penerbangan John Strickland menilai gangguan beberapa jam saja dapat menimbulkan pengaruh besar lantaran agenda penerbangan saling terhubung.

"Gangguan selama beberapa jam mungkin sekilas terdengar terbatas, namun dampaknya sangat besar ketika sejumlah besar airport di seluruh Inggris terdampak," ujarnya.

Ryanair mengatakan sekitar 150.000 penumpangnya terdampak penundaan hingga delapan jam dan lebih dari 200 penerbangan dibatalkan. Chief Operating Officer Ryanair Neal McMahon apalagi mendesak Rolfe mengundurkan diri, sementara Wizz Air menyerukan reformasi mendesak di NATS dan menilai kegagalan sistem tidak semestinya terus dibebankan kepada maskapai, bandara, dan penumpang.

Insiden terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai ketahanan sistem pengendalian lampau lintas udara Inggris. Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) meminta NATS memberikan laporan komplit dan menyatakan bakal mempertimbangkan langkah lanjutan, mengingat gangguan serupa juga pernah terjadi pada 2023 dan 2025 serta menimbulkan akibat luas bagi jaringan penerbangan.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News