Gangguan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak ke USD100, Defisit APBN Bisa Bertambah Rp204 Triliun

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Gangguan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak ke USD100, Defisit APBN Bisa Bertambah Rp204 Triliun

Gangguan pasokan daya dapat memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional. (foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA — Konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat berpotensi menekan perekonomian dunia serta fiskal Indonesia jika memicu gangguan pengedaran minyak di Selat Hormuz, jalur daya vital dunia.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan konsumen utama minyak nan melalui jalur Selat Hormuz, seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan, mempunyai peran besar dalam perekonomian global. Keempat negara tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 27 persen terhadap pembentukan produk domestik bruto (PDB) bumi pada 2026.

"Artinya, jika terjadi gangguan pengedaran minyak di Selat Hormuz, minimal bakal memberikan akibat negatif terhadap aktivitas ekonomi nan mewakili sekitar 27 persen perekonomian global," ujar Komaidi, Sabtu (14/3/2026).

Dampak tersebut apalagi berpotensi lebih luas lantaran negara-negara tersebut juga mempunyai peran strategis dalam rantai pasok global. Gangguan pasokan daya dapat memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional.

Komaidi menilai hubungan ekonomi dan kemitraan strategis antara Iran dengan China dan India dapat menjadi pintu masuk percepatan penyelesaian ketegangan di area Selat Hormuz. Terlebih, sekitar 53 persen tujuan ekspor minyak mentah nan melalui jalur tersebut ditujukan ke China dan India.

Di sisi lain, bentrok geopolitik di area tersebut juga berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal Indonesia. Hal ini terutama terjadi melalui kenaikan nilai energi, khususnya minyak mentah.

Komaidi menjelaskan sejak Indonesia berstatus sebagai net oil importer, kenaikan nilai minyak condong lebih banyak memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibandingkan tambahan penerimaan negara.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com