, TIMIKA, – Pemerintah Distrik Jita, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengungkapkan bahwa aspek keamanan menjadi penyebab utama tidak beroperasinya Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kampung Wapu. Fasilitas kesehatan tersebut telah bertahun-tahun tidak memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat.
Kepala Distrik Jita, Yunus Edoway, menjelaskan bahwa Pustu Kampung Wapu sebenarnya dibangun dengan sangat baik dan pernah mempunyai tenaga kesehatan. Namun, kondisi lingkungan nan tidak kondusif memaksa penghentian layanan. "Kondisi masyarakat di sana tidak mendukung, jika sudah dalam kondisi mabuk mereka mengamuk, melempar apalagi sampai membongkar pustu. Kondisi ini sangat mengganggu keamanan para tenaga kesehatan nan bekerja di sana sehingga pelayanan ditutup," ujarnya di Timika, Jumat.
Yunus memaparkan, wilayah Distrik Jita terbagi dalam dua delta sungai. Delta pertama mencakup Kampung Sempan Timur, Jaitak, Noema, Wenin, dan Kanmaperi nan pelayanan kesehatannya dipusatkan di Puskesmas Jita. Sementara itu, delta kedua meliputi Kampung Wapu, Waituku, Sumapro, Blumen, dan Wacakam.
Untuk memastikan penduduk Kampung Wapu tetap mendapatkan akses jasa kesehatan, pemerintah distrik telah duduk berbareng para kepala kampung di wilayah delta dua. Hasilnya, disepakati bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat di lima kampung tersebut, termasuk Wapu, bakal dipusatkan di Pustu Kampung Waituku.
"Dan masyarakat di lima kampung di delta dua sudah sepakat bahwa ketika sakit maka bakal dilayani pengobatan di Pustu Waituku. Sekarang tinggal empat kampung lantaran di Kampung Wacakam sudah ada pustu dan tenaga kesehatan di sana," jelas Yunus.
Yunus menegaskan bahwa pemerintah selalu datang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di Kampung Wapu. Ia menyayangkan jika ada pihak nan menilai pemerintah distrik tidak memperhatikan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. "Kalau ada pernyataan dari personil DPRK Mimika nan mengatakan kami tidak memperhatikan pelayanan kesehatan masyarakat Kampung Wapu itu tidak tepat. Benar bahwa di Kampung Wapu Pustu tidak aktif, tetapi argumen kenapa pustu tidak aktif lantaran masalah keamanan," tegasnya.
Upaya Peningkatan Keamanan
Sebagai langkah antisipasi dan untuk menciptakan situasi nan lebih kondusif, Pemerintah Distrik Jita berencana membangun koordinasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Mimika. Tujuannya adalah untuk mendirikan Pos Polisi (Pospol) di Distrik Jita guna mendukung dan menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Saat ini, keberadaan abdi negara keamanan di Distrik Jita tetap terbatas. "Di Jita sekarang hanya ada Koramil dan Satuan Tugas dari TNI. Polsek Jita sendiri belum ada sehingga kami koordinasinya dengan Distrik Agimuga. Kami sangat mengharapkan Polres Mimika bisa membangun Pospol di Distrik Jita," kata Yunus.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Distrik Jita bakal segera melayangkan surat resmi kepada Kapolres Mimika. Langkah ini diharapkan dapat merealisasikan penempatan personel kepolisian di wilayah tersebut. "Kami bakal surati Kapolres Mimika agar ada penempatan personil di Distrik Jita. Karena ini sangat penting, sehingga hal-hal nan mengenai dengan pembangunan dan pelayanan dapat melangkah optimal," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·