Jakarta -
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Syailendra Capital. Kerja sama tersebut bermaksud untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi syariah.
Adapun kerja sama tersebut dilakukan melalui penandatanganan kerja sama kedua belah pihak dalam aktivitas 'Mutual Fund Distribution Signing Ceremony' di Kantor Pusat BRI, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat jasa investasi bagi nasabah. Melalui kerjasama tersebut, produk reksa biaya Syailendra Capital sekarang dapat diakses melalui BRImo maupun instansi bagian BRI di beragam wilayah Indonesia. Kerja sama ini juga memadukan kekuatan jaringan BRI dan pengalaman Syailendra Capital sebagai salah satu perusahaan manajer investasi dengan biaya kelolaan terbesar di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi BRI, kerja sama ini memperkuat ekosistem jasa wealth management BRI sekaligus penyedia solusi finansial terintegrasi nan relevan dengan kebutuhan pengguna nan terus berkembang," kata Aris dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5/2026).
"Melalui sinergi dengan Syailendra Capital, kami mau menghadirkan akses investasi reksa biaya nan semakin mudah dijangkau dan terpercaya, termasuk produk investasi berbasis syariah nan semakin diminati masyarakat," sambung Aris.
Melalui kerja sama ini, masyarakat dapat mengakses dua produk unggulan Syailendra Capital ialah Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF). SSMMF merupakan reksa biaya pasar duit syariah dengan komposisi investasi berupa instrumen pasar duit syariah dan obligasi syariah serta jangka waktu jatuh tempo di bawah satu tahun.
"Dengan karakter akibat nan relatif rendah dan likuiditas tinggi, produk ini menjadi pilihan nan sesuai bagi penanammodal pemula maupun pengguna nan memerlukan instrumen penempatan biaya jangka pendek dengan potensi imbal hasil nan kompetitif. Per 30 April 2026, SSMMF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 4,99% dengan minimum investasi mulai dari Rp 50 ribu," tuturnya.
Sementara itu, SSFIF merupakan reksa biaya pendapatan tetap syariah nan berfokus pada instrumen obligasi syariah, khususnya sukuk korporasi berkelas layak investasi. Produk ini dikelola secara aktif dan selektif melalui strategi investasi pada sukuk korporasi dengan minimal rating A, sehingga akibat angsuran relatif lebih terjaga.
Selain itu, komposisi portofolionya didominasi instrumen berdurasi relatif pendek, sehingga kinerjanya condong lebih stabil dan tidak terlalu sensitif terhadap perubahan suku kembang maupun inflasi.
"Dengan karakter tersebut, SSFIF ditujukan bagi penanammodal dengan profil akibat moderat nan menginginkan potensi pertumbuhan investasi jangka menengah hingga panjang dengan tetap mengedepankan prinsip syariah. Hingga 30 April 2026, SSFIF mencatatkan imbal hasil satu tahun sebesar 7,58% dengan minimum investasi mulai dari Rp 10 ribu," ungkapnya.
Dia mengatakan kerja sama ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap investasi syariah sekaligus mendorong penetrasi produk investasi ke segmen ritel di beragam daerah.
"Dukungan jaringan BRI nan luas diharapkan bisa menghadirkan pengganti investasi syariah nan lebih praktis dan terjangkau bagi masyarakat," tutupnya.
(prf/ega)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·