Jakarta, CNBC Indonesia - Gaji para menteri di Singapura bakal naik hingga 9%. Hal ini diumumkan Perdana Menteri (PM) Lawrence Wong pada hari Selasa (8/9/2026) di parlemen Singapura.
Perubahan mulai bertindak pada 15 Oktober tahun ini. Sebelumnya kenaikan direkomendasikan Komite Pemerintah Singapura Desember tahun lalu.
Ini merupakan kali pertama sejak tahun 2011 penghasilan menteri mengalami perubahan. Komite tersebut juga merekomendasikan perubahan pada penghasilan kedudukan politik lainnya serta tunjangan bagi personil parlemen dan pejabat parlemen.
"Kami tidak bakal langsung beranjak ke tolok ukur penghasilan nan baru. Sebaliknya, kami bakal melakukan penyesuaian satu kali saat ini sebesar hingga 9% bagi para pejabat politik," kata Wong.
"Saya katakan 'hingga (9%)' lantaran kenaikan nan sama tidak bakal secara otomatis bertindak bagi semua orang. Penyesuaian bagi setiap pejabat bakal berjuntai pada situasi masing-masing, termasuk keahlian dan kapan penghasilan mereka terakhir kali disesuaikan," jelasnya.
Secara rinci, dari tabel nan dibuat Channel News Asia (CNA), penghasilan PM nan saat ini sekitar S$2,2 juta (Rp26,4 miliar/kurs S$1= Rp12.000) per tahun. Gaji diusulkan naik menjadi S$3,6 juta (Rp43,2 miliar).
Wakil PM naik dari S$1,87 juta (Rp22,44 miliar) menjadi S$3,06 juta (Rp36,72 miliar). Sementara itu, penghasilan menteri dibagi berdasar empat kategori.
Menteri tingkat tertinggi (MR1) nan sebelumnya bergaji sebesar S$1,76 juta (Rp21,12 miliar) per tahun, diusulkan naik menjadi S$2,88 juta (Rp34,56 miliar). Sementara itu, menteri di bawahnya MR2, dulunya menerima S$1,54 juta (Rp18,48 miliar) per tahun dan bakal mendapat penghasilan baru sebesar S$2,52 juta (Rp30,24 miliar) per tahun.
Menteri MR3 naik penghasilan dari S$1,32 juta (Rp15,84 miliar) menjadi S$2,34 juta (Rp28,08 miliar). Gaji menteri terendah MR4 nan sebelumnya S$1,1 juta (Rp13,20 miliar) per tahun, diusulkan naik menjadi S$1,8 juta (Rp21,60 miliar).
"Sebagai PM, saya nan menentukan ranking masing-masing menteri, di mana setiap menteri ditempatkan dalam kisaran penghasilan untuk ranking tersebut, dan bingkisan keahlian perseorangan setiap tahunnya," ujar Wong lagi.
"Mereka mungkin mulai dari kisaran penghasilan nan lebih rendah. Mereka nan berkinerja baik mungkin bakal naik ke tingkat nan lebih tinggi dalam kisaran penghasilan tersebut," tegasnya.
"Beberapa menteri mungkin juga dipromosikan ke tingkat nan lebih tinggi lantaran mereka memikul tanggung jawab nan lebih besar."
Selain jejeran menteri, kenaikan penghasilan juga bertindak untuk pejabat tingkat negara dan parlemen. Sekretaris Parlemen Senior nan dulunya menerima S$572.000 (Rp6,86 miliar) per tahun, bakal mendapatkan penghasilan baru sebesar S$810.000 (Rp9,72 miliar).
Sekretaris parlemen naik dari S$418.000 (Rp5,02 miliar) menjadi S$630.000 (Rp7,56 miliar) per tahun. Sementara itu, personil parlemen mengalami penyesuaian penghasilan dari S$192.500 (Rp2,31 miliar) menjadi S$250.000 (Rp3 miliar) per tahun.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·