Fraksi Gerindra Tegaskan Hubungan Prabowo-Gibran Sangat Baik

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Bambang Haryadi, politisi Partai Gerindra, nan juga Anggota/Wakil Ketua Komisi VII DPR. Foto: Andri/Man/dpr.go.id

Fraksi Partai Gerindra DPR RI membantah berita nan menyebut adanya petunjuk internal untuk mengawasi pergerakan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gerindra menegaskan info tersebut tidak betul dan memastikan hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Wapres Gibran tetap melangkah baik.

"Gerindra selalu men-support pemerintahan Prabowo-Gibran, dan hubungan keduanya sangat baik. Ini rumor tidak benar, dan condong mengadu domba," kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Bambang mengatakan rumor tersebut muncul setelah beredarnya pemberitaan mengenai rapat unik fraksi nan kemudian memunculkan beragam spekulasi di media sosial.

Sebagai Sekretaris Fraksi nan mendampingi Ketua Fraksi Gerindra Budi Djiwandono, dia memastikan tidak pernah ada pembahasan ataupun petunjuk seperti nan dituduhkan.

Menurut Bambang, pengarahan nan diberikan ketua fraksi justru berfokus pada pengawasan program-program nan berangkaian langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Yang ada adalah perintah untuk mengawasi kesiapan pangan dan nilai sembako di wilayah pemilihan semua personil DPR, agar kita dapat memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga daya belinya," jelas Bambang.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya tentang kebijakan ekonomi dan rencana fiskal 2027 kepada personil parlemen nan disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di gedung parlemen di Jakarta, 20 Mei 2026. Foto: REUTERS/Willy Kurniawan

Ia menilai narasi nan berkembang tidak didasarkan pada kebenaran nan sebenarnya. Karena itu, Bambang mengingatkan pentingnya penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan agar info nan disampaikan kepada publik tetap akurat.

"Gerindra menghormati kebebasan pers, tetapi berambisi dalam setiap penyajian buletin lebih aktual dan akurat. Jangan membikin narasi nan lebih condong ke rumor bukan berita," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan