Puluhan jenazah korban banjir bandang berada di dalam liang kubur di letak pemakaman massal Devghat, Chitwan, Nepal, Selasa (1/9/2026).
Dikutip dari Reuters, sebanyak 96 jenazah nan belum diketahui identitasnya dimakamkan di letak tersebut pada Sabtu (30/8). Lebih dari 100 jenazah lainnya juga direncanakan dimakamkan lantaran kondisinya sudah susah dikenali setelah beberapa hari berada di dalam air dan lumpur.
Banjir bandang nan dipicu runtuhnya gletser menerjang sejumlah wilayah di perbatasan Nepal dan China. Sekitar 750 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 3.000 orang tetap dinyatakan hilang.
Setiap jenazah nan dimakamkan diberi penanda dan letak pemakamannya dicatat. Petugas Nepal juga mengambil sampel DNA dari jenazah nan belum teridentifikasi untuk membantu proses pencarian family korban.
Tim forensik dari India turut membantu Nepal dalam pemeriksaan DNA. Nepal juga bekerja sama dengan tim dari China untuk membantu proses identifikasi korban.
Sebagian jenazah sudah mengalami pembusukan dan susah dikenali. Kondisi tersebut membikin petugas kudu menggunakan busana pelindung saat menangani jenazah nan terus berdatangan dari letak bencana.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·