Forum Rektor Minta Prabowo Tambah Beasiswa bagi Mahasiswa Berprestasi Tak Mampu

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat pembukaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok menyampaikan sejumlah usulan dari perguruan tinggi kepada Presiden Prabowo Subianto dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Usulan tersebut disampaikan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/6), sebagai hasil masukan dari beragam rektor dan akademisi nan mengikuti forum tersebut.

Minta Beasiswa Mahasiswa Kurang Mampu Ditambah

Salah satu usulan utama adalah peningkatan alokasi danasiwa bagi mahasiswa berprestasi nan berasal dari family kurang mampu.

"Bapak Presiden, tingginya antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya dari kalangan mahasiswa berprestasi nan berasal dari family kurang mampu, menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap support pembiayaan pendidikan," ungkap Eduart.

"Oleh lantaran itu, kami mengusulkan agar pemerintah dapat meningkatkan alokasi danasiwa bagi mahasiswa berprestasi dari family kurang bisa di beragam perguruan tinggi di Indonesia sebagai investasi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia unggul," lanjutnya.

Penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Beasiswa Doktor untuk Dosen

Eduart juga menyampaikan usulan Rektor IPB Alim Setiawan agar pemerintah meningkatkan jumlah danasiwa ahli (S3) bagi pengajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

"Dari Pak Alim Setiawan, Rektor IPB. Bapak Presiden, kami menyampaikan apresiasi nan setinggi-tingginya atas kehadiran Bapak beserta para menteri dalam Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026. Kehadiran Bapak merupakan momentum berhistoris nan menunjukkan kedekatan pemerintah dengan organisasi perguruan tinggi sebagai pilar strategis pembangunan nasional," ujar Eduart.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan beragam program pemerintah memerlukan ekosistem pendidikan tinggi nan kuat, terutama melalui peningkatan kualitas dosen. Oleh lantaran itu, kami mengusulkan agar alokasi danasiwa ahli S3 bagi dosen, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dapat ditingkatkan sehingga percepatan peningkatan kualitas SDM perguruan tinggi dapat terwujud," sambungnya.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

BUMN Diusulkan Sisihkan Laba untuk Riset

Forum rektor juga mengusulkan peningkatan pendanaan riset melalui kontribusi badan upaya milik negara (BUMN). Usulan tersebut berasal dari Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi.

"Dari Bapak Efa Yonnedi, Universitas Andalas. Bapak Presiden, di banyak negara maju, riset dan penemuan didukung secara kuat oleh sektor industri dan perusahaan milik negara. Sedangkan di Indonesia, pendanaan riset tetap didominasi oleh pemerintah," jelas Eduart.

"Kami mengusulkan agar sebagian mini untung BUMN, misalnya sekitar 2 sampai 5 persen, dialokasikan untuk mendanai riset dan penemuan kolaboratif dengan perguruan tinggi. Skema ini bakal memperkuat kapabilitas penemuan BUMN dan Danantara, sekaligus mendorong perguruan tinggi menghasilkan riset nan lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional," tambah dia.

Dorong Hilirisasi hingga Produk Jadi

Usulan lainnya datang dari Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu, Rosaria Indah, nan meminta pemerintah memperkuat hilirisasi industri hingga menghasilkan produk akhir berbobot tambah.

"Dari Ibu Rosaria Indah, Universitas Bengkulu. Bapak Presiden, kami mengharapkan strategi pemerintah untuk mengubah arah hilirisasi dari sekadar pemrosesan ekstraktif, seperti pengolahan mineral mentah menjadi katoda alias prekursor baterai, menuju pembuatan produk akhir bermerek karya anak bangsa, seperti perangkat kesehatan. Mengingat hingga saat ini sebagian besar perangkat kesehatan kita tetap berjuntai pada impor," jelasnya.

Kerja Sama dengan Kampus Dunia Diperluas

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako Amar mengusulkan agar kerja sama pemerintah dengan perguruan tinggi kelas dunia, seperti Imperial College London, tidak hanya difokuskan pada kampus baru.

"Dari Pak Amar, Rektor Universitas Tadulako, Bapak Presiden, kami sangat mengapresiasi inisiatif pemerintah membangun kemitraan dengan perguruan tinggi terbaik bumi seperti Imperial College London. Langkah ini merupakan strategi nan sangat baik untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia," ungkap Eduart.

"Kami mengusulkan agar skema kerja sama tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kampus-kampus baru di bagian kedokteran dan STEM, tetapi juga melibatkan perguruan tinggi nan telah ada, sehingga lebih banyak lembaga dapat meningkatkan kapabilitas akademik, kualitas riset, serta daya saing globalnya," tambahnya.

Eduart mengatakan tetap banyak rekomendasi lain nan bakal diserahkan langsung kepada Presiden Prabowo. Menurutnya, sejumlah rekomendasi teknis hasil Sarasehan KSTI juga telah disepakati untuk ditindaklanjuti berbareng kementerian terkait.

"Dan tetap banyak lagi, insyaallah bakal diserahkan langsung. Dan beberapa perihal teknis nan dirumuskan selama sarasehan, Bapak Presiden, sudah disepakati untuk ditindaklanjuti dengan kementerian teknis terkait," ucapnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan