Film NAZA: Kesaksian Tentara Israel soal Pembunuhan Berbasis AI di Gaza

Sedang Trending 16 jam yang lalu
 Kesaksian Tentara Israel soal Pembunuhan Berbasis AI di Gaza Yuval Abraham dan Rachel Szor.(Dok Youtube gbs)

SUATU movie dokumenter baru dari dua sineas Israel pemenang Oscar menyajikan kesaksian mengejutkan mengenai pembunuhan massal berbasis kepintaran buatan (AI) di Jalur Gaza, Palestina. Kesaksian tersebut datang langsung dari para laki-laki dan wanita nan terlibat dalam operasi tersebut.

Sutradara Yuval Abraham dan Rachel Szor mengungkapkan kepada AFP di Venesia bahwa mereka mengumpulkan bukti dari 24 tokoh militer alias intelijen Israel. Para personel ini setuju untuk memberikan kesaksian di depan kamera di Tel Aviv dengan syarat identitas mereka dilindungi.

"Kami membiarkan para tentara dan perwira berbincang tentang semua nan mereka lakukan," kata Abraham menjelang pemutaran perdana movie tersebut di Festival Film Venesia. "Tujuannya sangat sederhana: kami mau mendengar sedetail mungkin gimana sistem pembunuhan di Gaza terlihat dan gimana sistem itu beroperasi."

Eufemisme di Balik Nama NAZA

Film mereka nan berjudul NAZA, mengambil nama dari eufemisme nan digunakan oleh intelijen Israel untuk menunjukkan jumlah penduduk sipil nan diperkirakan bakal tewas dalam serangan udara. Dokumenter ini merupakan hasil investigasi selama nyaris tiga tahun dan menjadi satu-satunya dokumenter nan berkompetisi di Festival Film Venesia tahun ini.

Dalam NAZA, para personel militer Israel menjelaskan secara rinci gimana pengawasan massal di Gaza--saat seluruh jaringan telekomunikasi dipantau oleh Israel--dikombinasikan dengan teknologi AI untuk mengidentifikasi sasaran nan bakal dibunuh.

"Pengawasan massal berasosiasi langsung dengan pembunuhan massal," tegas Abraham, 31. Ia menyimpulkan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melanggar Konvensi Genosida 1948 dan berkomitmen mengusir masyarakat Gaza.

Data Korban Konflik:

  • Korban tewas di Gaza: Sekitar 73.500 penduduk Palestina (sejak Oktober 2023).
  • Korban luka di Gaza: 174.500 orang.
  • Korban tewas di pihak Israel: 1.219 orang (akibat serangan Hamas 7 Oktober 2023).

*Sumber: Kementerian Kesehatan Gaza (PBB menganggap andal) dan penghitungan AFP berasas nomor resmi Israel.

Pola Dehumanisasi

Abraham dan Szor sebelumnya memenangkan Oscar pada tahun 2025 untuk movie No Other Land. Karya terbaru mereka ini diproduksi oleh Jim Wilson dengan support Jonathan Glazer--tim di kembali movie pemenang Oscar The Zone of Interest--serta surat berita The Guardian.

Film ini juga menyertakan referensi ke Holocaust. "Saya tidak mengatakan itu sama. Saya pikir nan kudu kita lakukan adalah mengenali pola dehumanisasi nan serupa," jelas Abraham.

Kedua wartawan investigasi ini berambisi karya mereka dapat mendorong negara-negara Barat untuk menghentikan support terhadap Israel dan memberikan tekanan melalui sanksi. Menurut mereka, penolakan untuk bertindak justru memperlemah orang-orang di dalam Israel dan Palestina nan sedang memperjuangkan solusi politik dan kewenangan asasi manusia.

Pergeseran Opini Publik

Kehadiran film NAZA di Venesia menandai tren meningkatnya movie bertema bentrok Gaza di panggung internasional. Aktris Amerika Serikat, Susan Sarandon, menyatakan bahwa narasi seputar Gaza dan support finansial serta militer AS untuk Israel telah berubah total.

Di sisi lain, kebebasan pers tetap menjadi rumor krusial. Jurnalis asing dilarang meliput langsung dari Gaza selain di bawah pengawasan ketat militer Israel. Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mencatat lebih dari 200 wartawan Palestina telah tewas sejak Oktober 2023, nan disebut sebagai upaya paling mematikan dan disengaja untuk membungkam wartawan nan pernah didokumentasikan oleh lembaga tersebut. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia