Film Laut Bercerita Angkat Perjuangan Aktivis Muda dan Relevansi Ketidakadilan Masa Kini

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Film Laut Bercerita Angkat Perjuangan Aktivis Muda dan Relevansi Ketidakadilan Masa Kini movie Laut Bercerita(MI/Naura Putri Aflia)

MAYORITAS pecinta sastra Indonesia sudah berkawan dengan alur dan tema dari novel karya Leila S. Chudori berjudul Laut Bercerita, nan dikenal sebagai kisah perlawanan para aktivis-aktivis muda. 

Novel tersebut sekarang digarap menjadi sebuah movie oleh Yosep Anggi Noen, dan bakal membawakan tema nan serupa. Sama seperti novelnya, perjuangan para aktivis muda terutamanya mahasiswa, bakal kembali dikisahkan melawan ketidakadilan dalam negara  pada media visual.

Dalam press conference film Laut Bercerita di hari Selasa (20/10), Yosep Anggi Noen selaku sutradara movie Laut Bercerita berbareng Reza Rahadian selaku pemain utama dalam movie tersebut, menekankan sungguh pentingnya peran serta semangat para aktivis pemuda dan relevansi alur kisah movie Laut Bercerita di era saat ini. 

“Sejak awal, psikologis nan mau dibangun movie ini adalah psikologis anak muda. Kehadiran anak-anak muda nan mencoba menunjukkan rasa cintanya pada negeri ini, tetapi dalam situasi nan tidak disukai oleh penguasa di era itu,” ucap Yosep nan menjelaskan inspirasi dasar digarapnya movie tersebut.

Menurutnya, anak muda identik dengan antusiasme luar biasa dalam menggunakan bahasa dan tindakan mereka sendiri ketika menjadi pergerak perjuangan negara nan mereka cintai.

Yosep menekankan bahwa sebelum adanya Sumpah Pemuda pun, nan selalu menjadi penggerak tindakan pembentuk bangsa dan negara Indonesia adalah para pemuda.

“Jadi menurut saya nan paling krusial adalah memelihara semangat pemuda ini terus menerus. Kalau berbincang tentang relevansi film, ketidakadilan sayangnya nan tetap ada,” ujar Yosep.

“Tapi kita kudu memandang bahwa ada satu relevansi besar, ialah semangat pemuda tidak pernah padam,” tambahnya.

Reza Rahadian turut menambahkan pendapatnya mengenai kepentingan menanam semangat bagi para pemuda aktivis.

“Film ini turut memelihara angan pada suara-suara anak muda, angan pada gimana sikap mereka nan bisa kritis dan beragam macam perihal nan apalagi memberikan pelajaran bagi generasi sebelumnya,” tutur Reza. 

Bagi Reza, selama ada anak-anak muda nan terus menyuarakan hal-hal penting, maka datang juga kepercayaan bahwa angan bagi bangsa tetap ada. Menurutnya, sampai kapanpun itu, negara dan masyarakatnya bakal terus memerlukan bunyi dan tindakan para anak pemuda.

“Ketidakadilan itu terjadi secara global, kita bisa memandang pergerakan-pergerakan anak muda di bagian bumi lain nan turut memperjuangkan kewenangan nan sangat mendasar seperti kewenangan atas pendidikan dan kewenangan atas kehidupan nan layak,” ungkap Reza Rahadian.

Reza mengungkap bahwa masalah datang andaikan suara-suara para anak muda menjadi sesuatu nan perlu dibungkam. 

“Bagi saya, justru mereka nan mempunyai keahlian mengambil keputusan dan duduk di bangku kepemimpinan kudu membuka ruangan bagi para pemuda selebar-lebarnya,” jelasnya.

Suara anak muda berfaedah sebagai pengingat andaikan suatu aspek kehidupan perlu dikritisi dan diperbaiki.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑