Jakarta, CNN Indonesia --
Ajang Benyamin S. Award (BSA) 2026 telah memasuki tahap krusial. Sebanyak 10 kelurahan nan sukses lolos sebagai finalis bersaing memamerkan potensi, inovasi, serta kekayaan budaya wilayahnya masing-masing melalui gelaran pagelaran lokal.
Digelar untuk kedua kalinya, tim majelis juri menyambangi langsung 10 pagelaran lokal nan diselenggarakan kelurahan finalis. Saat itu, juri menilai langsung kesesuaian info lapangan mengenai empat pilar kategori penilaian, ialah Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera.
Ketua Tim Juri Benyamin S Award 2026, Nirwono Yoga memaparkan, setelah melakukan peninjauan lapangan untuk mengidentifikasi potensi tiap wilayah, tahapan pagelaran lokal menjadi pembuktian upaya finalis dalam mengemas potensi wilayah menjadi tontonan nan menarik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, tahapan ini dapat dikembangkan menjadi agenda pariwisata dan budaya di tingkat kelurahan untuk menyambut ulang tahun ke-500 Kota Jakarta pada 2027 mendatang.
"Tujuannya apa? Kita harapkan ke depan nanti, apalagi menjelang 5 abad Jakarta, kita membayangkan seluruh kelurahan-kelurahan tadi itu bisa membikin pagelaran nan menarik. Sehingga sepanjang tahun, dari Januari sampai dengan Desember, kita punya potensi untuk menyelenggarakan pagelaran dalam merayakan 500 tahun Kota Jakarta," ujar Nirwono.
Benyamin S. Award adalah arena apresiasi bagi kelurahan di DKI Jakarta nan berkomitmen mewujudkan Jakarta nan bersih, nyaman, indah, dan sejahtera.
Dari seluruh wilayah Jakarta hingga Kepulauan Seribu, 10 kelurahan nan sukses masuk ke babak final adalah Kebon Sirih, Cilandak Barat, Kebon Baru, Tamansari, Sukabumi Utara, Srengseng, Utan Kayu Selatan, Malaka Sari, Kelapa Gading Timur, dan Pulau Panggang.
Pada Selasa (13/10), ke-10 lurah finalis beserta tim pendamping mengikuti training keahlian komunikasi nan diadakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan "One Day Public Speaking and Showmanship Workshop" ini diadakan di Grha Ali Sadikin, Balai Kota, Jakarta Pusat.
Pelatih Komunikasi, Omar Danishwara menjelaskan sasaran training antara lain agar para lurah dapat mengkomunikasikan program kepada masyarakat.
"Bagaimana kelak mengomunikasikan program itu kepada masyarakat sehingga program itu dapat diwujudkan dengan baik, kemudian dapat dimanifestasikan bersama, sekaligus dampaknya itu sustainable," ujar Omar.
Namun, tak hanya untuk masyarakat, program-program di kelurahan finalis ini juga perlu dipaparkan dalam tahapan BSA selanjutnya.
Oleh lantaran itu, training ini menjadi bekal bagi para lurah nan bakal mengikuti tahap penilaian final berupa presentasi di hadapan majelis juri Benyamin S Award pada 15 Oktober mendatang.
Ajang BSA 2026 ditutup lewat Malam Puncak Penganugerahan nan dijadwalkan digelar pada 30 Oktober, dengan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
(rea/rir)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·