Ilustrasi.(Magnific)
FENOMENA suasana El Nino nan lama diprediksi sekarang resmi dimulai. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengumumkan pada 11 Juni bahwa pola cuaca misterius tetapi terdokumentasi dengan baik ini telah aktif.
Para meteorolog memperkirakan El Nino kali ini berpotensi berkembang menjadi salah satu nan terkuat dalam sejarah. Ia membawa cuaca ekstrem di seluruh bumi dan berakibat signifikan pada ekonomi global.
“Kita perlu bersiap menghadapi peristiwa El Nino nan berpotensi kuat, nan bakal memperburuk kekeringan, curah hujan tinggi, serta meningkatkan akibat gelombang panas baik di daratan maupun di lautan," ujar Celeste Saulo, Sekretaris Jenderal Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), dalam suatu pernyataan resmi.
Apa Itu El Nino?
El Nino adalah pola suasana alami nan ditandai dengan suhu permukaan air laut nan lebih hangat dari rata-rata di wilayah tropis Samudra Pasifik, dekat khatulistiwa. Di Amerika Serikat, kejadian ini biasanya dinyatakan resmi ketika suhu naik lebih dari 0,9 derajat fahrenheit selama setidaknya lima musim berturut-turut dengan setiap musim berjalan selama tiga bulan.
Air nan lebih hangat ini menyebabkan perubahan tekanan udara. Ini pada gilirannya melemahkan angin pasat nan biasanya bertiup ke arah barat. Hal tersebut memungkinkan air hangat menyebar lebih jauh ke timur dan berkumpul di dekat Amerika Selatan bagian barat laut.
Suhu air nan panas ini biasanya memuncak sekitar Desember. Nama El Nino berasal dari nelayan Amerika Selatan pada tahun 1600-an, nan menyebutnya El Nino de Navidad alias Anak Kecil Natal dalam bahasa Spanyol.
Lapisan air hangat di permukaan ini bertindak seperti selimut tebal nan menghalangi air dingin kaya nutrisi dari kedalaman untuk naik ke permukaan. Akibatnya, ekosistem pesisir terganggu, menyebabkan ikan meninggal alias bermigrasi.
Prediksi Super El Nino dan Dampak Cuaca
Banyak pihak menjuluki peristiwa tahun ini sebagai Super El Nino. Peramal cuaca NOAA memprediksi kesempatan sebesar 63 persen kejadian ini bakal menjadi sangat kuat pada periode November hingga Januari mendatang. Jika terjadi, ini bakal menempatkan El Nino tahun ini dalam jejeran peristiwa terbesar dalam catatan sejarah, bersaing dengan tahun 1982-1983, 1997-1998, dan 2015-2016.
Secara global, akibat El Nino sangat bervariasi tergantung wilayahnya:
- Asia Tenggara dan Australia: Biasanya memicu cuaca panas dan kering nan ekstrem, meningkatkan akibat kekeringan dan kebakaran hutan.
- Amerika Utara: Bagian selatan Amerika Serikat bakal mengalami musim dingin nan lebih basah dan dingin, sementara bagian utara dan Kanada menjadi lebih hangat.
- Amerika Selatan: Menyebabkan cuaca panas dan kering di beberapa bagian, tetapi bisa memicu hujan lebat di wilayah lain.
- Afrika Timur Laut: Berisiko mengalami transisi dari kekeringan ekstrem ke curah hujan nan sangat tinggi.
Adam Scaife, intelektual suasana dari Met Office Inggris, memperingatkan bahwa El Nino kali ini terjadi di tengah pemanasan global nan sudah parah. "Ini berfaedah suhu aktual di wilayah nan terdampak bisa mencapai rekor nan belum pernah terjadi," jelasnya.
Ancaman terhadap Ekonomi Global
Dampak ekonomi dari El Nino tidak bisa diremehkan. Berdasarkan studi tahun 2023, peristiwa kuat pada 1982-1983 dan 1997-1998 diperkirakan telah menyebabkan kerugian pendapatan dunia masing-masing sebesar US$4,1 triliun dan US$5,7 triliun.
Catatan Ekonomi: Para peneliti memperingatkan bahwa prakiraan saat ini menunjukkan El Nino tahun ini bisa menjadi nan termahal dalam sejarah, mengganggu produktivitas dunia selama bertahun-tahun ke depan.
Sektor perikanan menjadi salah satu nan paling terdampak lantaran perubahan aliran nutrisi di laut. Selain itu, kenaikan suhu secara keseluruhan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi di beragam negara. Marshall Burke, ahli ekonomi suasana dari Universitas Stanford, mencatat bahwa pola cuaca ini secara sistematis dapat menekan pertumbuhan ekonomi nasional akibat gangguan pada sektor pertanian dan infrastruktur.
Para intelektual bakal terus memantau situasi ini seiring perkembangannya. Satu perihal nan pasti, El Nino tetap menjadi salah satu fitur paling krusial dalam sistem suasana bumi nan bisa mengubah wajah cuaca dan ekonomi bumi dalam sekejap. (Smithsonian Magazine/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·