Fenomena Ramai Warga RI Cari Dana Segar: Rela Jual Alphard-Gadai BPKB

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Fenomena pemilik mobil nan menurunkan kelas kendaraannya mulai banyak ditemui di pasar mobil bekas. Sejumlah pemilik kendaraan memilih melepas mobil mahal dan beranjak ke kendaraan nan lebih terjangkau sembari mengantongi biaya segar untuk kebutuhan lain, termasuk modal usaha.

Tren tersebut diungkapkan para pedagang mobil jejak di area MGK Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut mereka, menukar mobil premiumnya ke kendaraan dengan nilai lebih rendah meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Udah banyak sih nan sekarang kayak gitu, nan turunin alias downgrade mobil tuh banyak," kata Rudi, salah satu penjual mobil jejak di MGK Kemayoran kepada CNBC Indonesia, Senin (15/6/2026).

Para pedagang mengatakan transaksi semacam ini umumnya dilakukan. Selisih nilai antara mobil lama dan mobil baru kemudian diterima pemilik kendaraan dalam corak duit tunai.

"Kadang-kadang kemarin kita juga dapat mobil nan posisinya tetap leasing. Kita hitung-hitung, dilunasi dulu leasingnya, sisanya baru jadi duit untuk pemilik mobil," ujar Rudi.

Kondisi tersebut membikin pasar kendaraan family tujuh penumpang tetap mempunyai peminat. Kendaraan seperti Innova, Ertiga Hybrid, hingga MPV menengah lainnya menjadi tujuan konsumen nan mau tetap nyaman namun dengan biaya operasional lebih rendah.

Permintaan terhadap kendaraan nan lebih irit bahan bakar juga menjadi pertimbangan penting. Konsumen sekarang lebih banyak membandingkan biaya harian dibanding sekadar mengejar fitur alias pamor kendaraan.

"Banyak banget. Mulai dari Alphard ke nan lebih rendah unitnya," kata Anto, pedagang mobil jejak lainnya di MGK Kemayoran.

Di sisi lain, pedagang memandang bahwa keputusan menurunkan kelas kendaraan bukan selalu lantaran kesulitan ekonomi. Ada pula pemilik mobil nan merasa aset kendaraan terlalu besar dibanding kebutuhan saat ini sehingga lebih baik dialihkan menjadi biaya tunai.

Kendaraan nan sudah lunas biasanya lebih mudah diproses lantaran seluruh hasil penjualan dapat langsung diterima pemilik. Sementara untuk mobil nan tetap dalam masa kredit, proses penyelesaian tanggungjawab leasing kudu dilakukan terlebih dulu sebelum transaksi berlangsung.

"Dia kebetulan pakai nan itu (Alphard), jadi pengen diturunin, jadi pengen dapat duit cash buat usaha. Bisa sih sebenarnya jika nilai cocok," ujar Anto.

Di tengah tren downgrade kendaraan tersebut, sebagian pemilik mobil rupanya tidak langsung menjual asetnya. Ada pula nan memilih memanfaatkan nilai kendaraan nan dimiliki untuk memperoleh biaya tunai melalui akomodasi pembiayaan dengan agunan alias menggadaikan BPKB.

Praktik nan dikenal masyarakat sebagai "menyekolahkan BPKB" itu disebut tetap cukup banyak diminati, terutama oleh pelaku upaya maupun pekerja nan memerlukan tambahan likuiditas dalam waktu cepat. Dengan langkah ini, pemilik kendaraan tetap bisa menggunakan mobilnya untuk aktivitas sehari-hari sembari memperoleh biaya segar dari lembaga pembiayaan.

"Yang disekolahin ada juga. Lumayan kok, jika konsumen saya sih, belum sih cuman dari bagian lain kadang," tenaga kerja Buana Finance di Jakarta Pusat.

Selain itu, proses pencairan biaya juga relatif singkat selama seluruh arsip dan persyaratan telah dipenuhi oleh calon debitur. Setelah survei kendaraan dan verifikasi info selesai dilakukan, proses kajian angsuran dapat melangkah dalam hitungan hari.

"Pencairan paling maksimal 2 sampai 3 hari sih Mas gitu. Kalau aplikasi udah naik (diproses) kan, udah foto mobil udah info udah lengkap, mutasi rekening udah semua, 2 sampai 3 hari lah untuk approval dari analis," katanya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News