Fenomena El Nino Mulai OTW, BMKG Ungkap Wilayah RI Masuk Musim Kemarau

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, da Geofisika (BMKG) mengungkapkan, indeks ENSO Dasarian (ENSO bulanan) sebesar +0.93 (+0.52) menunjukkan indikasi El Nino Condition.

Menurut BMKG, El Nino event diprediksi mulai terjadi pada periode Mei-Juni-Juli 2026. Hal itu terungkap dalam Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III April 2026 nan dirilis BMKG hari ini, Senin (45/2026).

Disebutkan, hasil monitoring pada Dasarian III April 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian (indeks bulanan) sebesar -0.117 (+0.05), mengindikasikan kejadian IOD
berada pada fase Netral.

Jika terjadi bertepatan pada musim kemarau, kejadian suasana El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif akan berdampak pada peningkatan kekeringan dan berkurangnya curah hujan di Indonesia.

Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan, Indonesia diprediksi bakal dilanda tandus nan lebih kering akibat El Nino.

"Menurut info BMKG, saat ini sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Sedangkan pada semester kedua tahun 2026, kejadian El Nino lemah hingga moderat berkesempatan 70-90 persen terjadi," kata Faisal keterangan di situs resmi BMKG, dikutip Kamis (23/4/2026).

Dalam kesempatan lain, Faisal pun telah mengingatkan, meski intensitas El Nino diprediksi tidak sekuat tahun 2015, 2019, dan 2023, dampaknya tetap perlu diwaspadai, terutama lantaran beriringan dengan periode musim kemarau.

"Musim Kemarau dan El Nino itu dua kejadian nan terpisah. nan kita khawatirkan adalah ketika musim kemarau, fase El Nino-nya sedang aktif. Kondisi inilah nan terjadi pada tahun 2015, 2019, 2023, serta diprediksi mulai tahun 2026 ini. BMKG bakal terus memantau agar prediksi ke depannya lebih akurat," tegasnya.

Perkembangan Musim Kemarau di Indonesia

Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan awal potensi kejadian kekeringan meteorologis untuk sejumlah wilayah di Indonesia.

"Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis bertindak untuk Dasarian I Mei 2026 pada pengelompokkan Waspada di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Tengah. Siaga: Tidak ada peringatan. Awas: Tidak ada peringatan," tulis BMKG, Senin (4/5/2026).

Ditambahkan, berasas jumlah Zona Musim (ZOM), sebanyak 12.8% wilayah Indonesia (90 ZOM) per Dasarian III 2026 mulai mengalami Musim Kemarau.

Wilayah nan sedang mengalami musim tandus meliputi:

- sebagian mini Aceh
- sebagian mini Sumatra Utara
- sebagian mini Riau
- sebagian Kepulauan Riau
- sebagian mini Banten
- sebagian Jakarta
- sebagian mini Jawa Barat
- sebagian mini Jawa Tengah
- sebagian mini Jawa Timur
- sebagian mini Bali
- sebagian NTB, sebagian NTT
- sebagian Gorontalo
- sebagian Sulawesi Tengah
- sebagian Sulawesi Selatan
- sebagian Sulawesi Tenggara
- sebagian Maluku.

(dce/dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News