Fenomena Api Misterius Muncul di Salah Satu Rumah di Sleman

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Fenomena Api Misterius Muncul di Salah Satu Rumah di Sleman Tim Teknik UGM memeriksa kemunculan api dari tembok rumah penduduk di Sleman, DIY.(Dok UGM)

FENOMENA munculnya api terjadi di sebuah rumah penduduk di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Fenomena muncul sejak 23 Mei 2026

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, pun telah memantau letak secara langsung guna meneliti aspek pemicu di area rumah penduduk tersebut. Investigasi juga melibatkan beberapa master dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY.

Pemilik rumah, Mutfiana menceritakan, kemunculan api terus bertambah dan telah mencapai 65 titik sejak hari pertama kemunculan. Api telah muncul sebanyak 73 kali terhitung hingga Senin (1/6) kemarin. 

"Dalam satu hari, api diperkirakan dapat muncul hingga 7-9 kali di dalam rumah tersebut," ungkap dia.

Tim dari UGM nan dipimpin oleh Prof. Alva Edy Tontowi telah lebih melakukan observasi perdana pada Sabtu (30/5) untuk memeriksa beberapa area nan pernah mengalami kebakaran, seperti jaringan pipa air, umur, saluran pembuangan limbah, dan titik-titik kemunculan api. 

Alva menerangkan, kemunculan api erat kaitannya dengan unsur dalam segitiga api nan saling berinteraksi. Unsur-unsur tersebut meliputi panas, oksigen, dan bahan bakar alias berupa media. 

“Segitiga api itu nan posisinya masing-masing kondisi optimum dan di situlah bakal menyala," terang dia. Api menyala di media-media nan mudah terbakar, seperti kaos, plastik, dari nan lain-lain..

Tim master juga nendapat info bahwa letak pemukiman tersebut merupakan jejak rawa nan lembab dan kaya bakal material organik nan menghasilkan gas metana dalam jumlah besar. Untuk itu, pengukuran lapangan menggunakan thermal gun dilakukan.

Dosen Departemen Teknik Geologi Dr. Sardju Winardi menerangkan, secara teori, air nan terkontaminasi metana tidak serta merta terbakar saat tetap berada di bawah permukaan tanah lantaran memerlukan konsentrasi tertentu. 

“Terbakarnya adalah ketika air keluar di permukaan dan berinteraksi dengan oksigen, metananya lepas. Lepasnya metana dari air itulah nan membikin dia terbakar,” papar dia.

Selain air limbah dan gas metana, medan elektromagnetik di sekitar area rumah juga diteliti. Hasilnya, penyebab titik api tersebut telah dipastikan bukan berasal dari unsur kelistrikan karena dalam kondisi tertentu, api memang dapat muncul secara spontan tanpa ada listrik sebagai pemantik. 

Diduga dari Air Limbah

Dalam kasus ini, lanjut Alva, air limbah diduga sebagai pemicu utama sehingga sampel air limbah, air dari pipa, dan sumur penduduk dibawa untuk diidentifikasi.

Ke depannya, sampel bakal diidentifikasi untuk mengetahui dan mengenali sumber dan sistem terbentuknya api secara komprehensif dan objektif berasas hasil uji lab untuk menentukan langkah mitigasi.

Alva mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan uji laboratorium dari info observasi nan sudah dikumpulkan oleh tim. Dalam waktu dekat, pihaknya bakal menyampaikan hasil uji ilmiah untuk mengetahui penyebab kemunculan titik api dari rumah penduduk tersebut. (AT/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑