Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan dan perampokan terhadap seorang lansia, Dimaris Isni Sitio (60), nan ditemukan tewas di rumahnya di Kota Pekanbaru, Riau.
Kejahatan sadis ini diotaki oleh menantu korban, Anisa Florensa Tumanggor (21).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, mengungkapkan bahwa Anisa mempunyai hubungan unik dengan penyelenggara pembunuhan, Selamat (34).
"Keduanya menikah siri sekitar enam bulan nan lalu," kata Hasyim saat konvensi pers di Polresta Pekanbaru, Minggu (3/5).
Anisa saat menikah dengan Selamat tetap berstatus sebagai istri sah dari anak korban.
Anisa dijodohkan oleh pihak korban dengan anak sulungnya nan berkebutuhan khusus, inisial A. Mereka menikah pada 2023. Namun, pada tahun nan sama, Anisa meninggalkan rumah dan pergi ke Kota Medan.
"Setelah sampai di Medan, Anisa bekerja sebagai kasir di salah satu spa di Kota Medan," ujar Hasyim.
Di Medan, Anisa kemudian berkenalan dengan Selamat hingga akhirnya menjalin hubungan dan menikah siri. Dari hubungan inilah keduanya kemudian terlibat dalam perencanaan tindakan kejahatan tersebut.
Dengan demikian, Anisa mempunyai dua suami namalain poliandri, ialah dengan A dan Selamat.
Empat Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Terancam Hukuman Mati
Anisa Florensa Tumanggor (21), Selamat (34), Erwandi (40), dan Lisbet Barasa (22) sekarang terancam balasan mati.
Kombes Hasyim mengatakan para pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan berencana.
"Para pelaku disangkakan pasal pembunuhan berencana, serta Pasal 459 dan 458 ayat (3) KUHP," kata Hasyim saat konvensi pers di Polresta Pekanbaru, Minggu (3/5).
"Atas perbuatannya, para tersangka terancam balasan maksimal berupa pidana meninggal alias penjara seumur hidup," tambahnya.
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah peralatan bukti, di antaranya beragam perhiasan seperti cincin, gelang, kalung, serta peralatan berbobot lainnya seperti jam tangan, laptop, speaker, telepon genggam, hingga duit tunai sebesar 400 dolar Singapura.
Selain itu, petugas juga menyita satu unit mobil jenis Daihatsu Xenia nan digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya.
Motif Perampokan Lansia di Riau: Sakit Hati dan Kebutuhan Ekonomi
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh sakit hati dan aspek ekonomi. Anisa mengaku dendam terhadap korban nan merupakan mertuanya.
"Motifnya sakit hati. Pelaku mengaku selama tinggal berbareng korban sering dimarahi dan diperlakukan tidak baik," beber Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta.
Selain itu, para pelaku juga mempunyai motif ekonomi, ialah mau menguasai kekayaan barang milik korban.
"Selain sakit hati, ada juga motif ekonomi, ialah mau menguasai kekayaan barang korban," ujar Muharman.
"Dalam aksinya, SL [Selamat] melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan balok kayu hingga korban meninggal dunia. Setelah itu, para pelaku mengambil peralatan berbobot milik korban dan melarikan diri," tambahnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·