Jakarta -
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengungkap progres revitalisasi museum di Indonesia. Fadli Zon menyebut baru-baru ini pihaknya membikin penemuan Museum Passport untuk Gen Z.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon dalam wawancara eksklusif program Blak-blakan detikcom, dilihat Senin (7/9/2026). Mulanya, Fadli Zon menerangkan saat ini Kementerian Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan pihak swasta dan filantropis untuk revitalisasi museum.
"Jadi emang ini kudu kerja sama dari semua pihak, ya, stakeholder pemerintah pusat, dalam perihal ini Kementerian Kebudayaan dan juga beberapa kementerian/lembaga terkait, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan juga swasta dan filantropis," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, kita melibatkan mereka nih, agar jika kita lihat di Amerika, di Inggris, di Eropa, itu kan swasta ikut terlibat. Dan mereka apalagi ada nama-namanya, di dinding-dinding, di plakat-plakatnya, gitu. Nah, ini kita mau memulai tradisi itu," imbuhnya.
Fadli Zon menyebut pihaknya juga telah membentuk Dewan Penyantun dari para pengusaha nan cinta terhadap budaya. Dewan Penyantun ini, katanya, ikut membantu mengoptimalkan pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan museum.
"Jadi, saya buat namanya Board of Trustees, ya, Dewan Penyantun dari para pengusaha nan cinta budaya sekaligus filantropis, ya, untuk ikut membantu. Sehingga mereka sekarang ada nan membantu di luar APBN, pemugaran Candi di Muara Jambi, Plaosan, kemudian di Museum Nasional sendiri nan jejak kebakaran," ujarnya.
Fadli Zon menyebut pelibatan swasta dalam revitalisasi museum ini penting. Karena, katanya, revitalisasi tidak bisa hanya mengandalkan dari APBN.
"Jadi, kita melibatkan swasta dari beberapa museum. Ada nan dari APBN, lantaran jika kita tanggung semua dari APBN agak repot. Ya, terlalu banyak. Nah, jadi kita libatkan juga swasta, korporasi, dan individu-individu. Di sini saya kira krusial untuk memulai tradisi itu. Jadi, semua bertanggung jawab, gitu, untuk memajukan kebudayaan kita," kata Fadli Zon.
Fadli Zon menanggapi perihal ramai-ramai generasi muda membahas 'museum date' hingga pamer foto saat berjamu ke museum. Fadli Zon mengatakan pihaknya ceria mendengar berita itu dan juga tengah mendorong agar museum jadi 'museum date'
"Iya, ini berita ceria memang (museum date), ya, bukan hanya terpantau, kita mendorong ke arah situ," ujar Fadli.
Fadli lampau mengungkap baru-baru ini pihaknya membikin penemuan Museum Passport. Kata Fadli, museum ini ramai diserbu Gen Z hingga dalam waktu singkat 20 ribu eksemplar habis.
"Bahkan kita membikin inovasi-inovasi baru. Saya minta waktu itu, saya punya pendapat membikin museum passport. Jadi, paspor museum. Jadi, dalam corak buku, ya. Jadi, ini material culture, bukan digital," katanya.
"Jadi, dijual kitab ini di toko-toko buku, di online. Kalau tidak salah harganya Rp 89.000. Dalam waktu singkat, 20.000 eksemplar habis. Dan nan membeli ini banyak Gen Z. Jadi, dengan adanya museum passport itu, ke mana anak muda itu datang ke museum, bisa dicap di museum-museum nan terdaftar nan menjadi kerjasama kita," ungkapnya.
(whn/imk)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·