Fadli Zon Dorong Promosi dan Majukan Kebudayaan Daerah Banyumas

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Kebudayaan RI (Menbud), Fadli Zon melakukan perbincangan berbareng sejumlah seniman Banyumas. Mengusung tema 'Ruang Komunitas sebagai Bagian dari Kemajuan Kebudayaan', perbincangan tersebut merupakan ruang kolektif guna mendengarkan sekaligus mengembangkan pendapat dari para seniman Banyumas.

Dalam dialog, Fadli Zon menjelaskan bahwa Banyumas menyimpan banyak warisan budaya, baik warisan budaya berupa situs budaya maupun Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Tidak hanya itu, dia juga mengungkapkan bahwa Banyumas merupakan salah satu wilayah kelahiran tokoh-tokoh bangsa, seniman, seniman nan dapat menjadi modal pemajuan kebudayaan daerah.

"Ada banyak ekspresi budaya dari Banyumas. Ada calung banyumasan, ebeg banyumasan, lengger, hingga ronggeng nan ada di novel Ahmad Tohari dengan titel Ronggeng Dukuh Paruk. Bahkan novel tersebut sudah diangkat menjadi serial movie berjudul Sang Penari. Ini membuktikan bahwa Banyumas adalah wilayah nan potensial menjadi cultural enclave alias kantong budaya," ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikatakan Fadli Zon dalam perbincangan nan digelar Minggu (7/6), di di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.

Fadli Zon turut menerangkan bahwa wilayah Banyumas dan sekitarnya mempunyai kekayaan sejarah, terutama riwayat tokoh-tokoh nasional. Berangkat dari potensi masif tersebut, Fadli Zon mendorong adanya promosi budaya agar Banyumas dapat menjadi salah satu etalase bagi sejarah Indonesia.

"Banyak nan kudu diangkat dari tokoh-tokoh pahlawan Banyumas. Beberapa mungkin sudah ada museumnya, misalnya Museum Jendral Soedirman. Selain itu bisa juga mengangkat R.A.A. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro nan dulu menjadi personil Badan Persiapan Perdekaan (BPUPKI) dan R.M. Margono Djojohadikusumo nan menjadi penasehat Konferensi Meja Bundar," ucapnya.

Lebih jauh, Fadli Zon juga menegaskan pentingnya memajukan budaya lokal Banyumas untuk menampilkan kekayaan mega diversity dan memperkuat identitas bangsa. Melalui strategi hilirisasi kebudayaan, dia optimistis modal tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus memperkuat Cultural and Creative Industry (CCI) bagi wilayah sekitarnya.

Mengakhiri diskusi, Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dalam melestarikan kearifan lokal Nusantara, khususnya budaya Banyumas. Pemajuan budaya dan tradisi bakal terus didorong melalui program strategis Kemenbud, seperti transfer knowledge antara maestro kepada generasi penerus. Langkah tersebut diharapkan bisa memperkuat jati diri bangsa sekaligus menjadi pilar soft power nan kokoh.

Menanggapi pernyataan Fadli Zon, Dewan Madani International Film Festival, Hikmat Darmawan menyebut bahwa movie dapat menjadi salah satu media untuk mempromosikan budaya Banyumas.

"Sebab, transformasi budaya bukan hanya soal ekspresi, namun juga berangkaian dengan pengembangan ekonomi berbasis budaya," ujar Hikmat Darmawan.

Irawan Karseno sebagai seniman kontemporer turut memberikan komentar mengenai pagelaran movie nan dapat menjadi penggerak ekonomi wilayah sekitar. Menurutnya, pagelaran movie di kota-kota besar dapat dilaksanakan dalam periode waktu lebih dari sebulan agar dapat mendorong pengaruh multiplier alias pengaruh pengganda, baik untuk ekonomi wilayah maupun pemajuan kebudayaan setempat.

Sebagai informasi, datang dalam perbincangan budaya, di antaranya Ketua Ikatan Alumni Universitas Jenderal Soedirman, Abdul Kholik; Dewan Madani International Film Festival, Hikmat Darmawan; seniman Irawan Karseno; pegiat movie S Metron Masdison; CEO media KuatBaca.com, Jajang Habib beserta sejumlah budayawan, perupa dan sineas lainnya. Turut datang mendampingi Menteri Kebudayaan, ialah Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News