Fadli Zon Bicara Swasembada Pangan hingga MBG: Prabowo Berpihak pada Rakyat

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Jakarta -

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon bicara program-program nan sudah dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Fadli membahas swasembada pangan, makan bergizi cuma-cuma (MBG), hingga koperasi desa.

Fadli Zon membahas program-program itu saat obrolan di Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Menteri Kebudayaan RI ini awalnya menyebut Prabowo selalu berpatokan pada ungkapan 'noblesse oblige' dalam menjalankan program-programnya.

"Di family itu nan saya baca ada dua kata nan penting, noblesse oblige. Noblesse oblige itu artinya satu misi untuk misi mulia ya, alias jika kita mendapatkan jabatan, mendapatkan posisi, itu misinya adalah misi sosial untuk kebaikan. Noblesse oblige, jadi diterjemahkan kira-kira seperti itulah. Jadi bukan mencari harta, mencari apa nan lain, tapi gimana meninggalkan satu legacy nan berpihak. Jadi langkah berpikir Pak Prabowo itu adalah langkah berpikir keberpihakan kepada rakyat. Mulai dari urusan swasembada pangan, swasembada daya maupun hilirisasi dan juga Makan Bergizi Gratis misalnya," kata Fadli Zon saat diskusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Swasembada Pangan

Fadli Zon mulanya membahas program swasembada pangan. Dia menyebut Prabowo selalu berpatokan bahwa pangan adalah senjata.

"Prabowo itu selalu mengatakan bahwa pangan adalah senjata, food as weapon gitu ya. Karena negara nan merdeka secara pangan itulah negara nan merdeka sesungguhnya. Dan secara pangan itu kekuatan kita sebenarnya luar biasa," kata Fadli.

Ia menyebut selama ini Indonesia selalu melakukan impor beras. Padahal, kata dia, kebijakan itu justru merusak secara sistemik.

"Nah selama ini kita melakukan impor beras dan di dalam importasi beras itu selalu ada perburuan rente nan memang kemudian menghancurkan kita sistemik sebagai negara nan swasembada pangan," ucap dia.

Energi Terbarukan

Kemudian, Fadli menyebut Prabowo juga tengah mengupayakan daya terbarukan alias renewable energy. Dia mengatakan keputusan mengejar renewable energy lantaran adanya permainan daya di Indonesia.

"Begitu juga dalam perihal energi. Di masa Orde Baru produksi minyak kita pernah 1,3 juta barel per hari pada masa Orde Baru. Memang nan namanya daya fosil itu lama-lama habis, depleted. Tapi tidak secepat itu juga ya. Karena di tengah itu ada intervensi untuk melakukan importasi BBM lantaran di dalam importasi BBM ada juga perburuan rente. Perburuan rente itu ya termasuk ada komisi dan lain-lain lantaran besar juga mungkin pendapatannya. Kemudian ada refinery-nya nan ada di negara lain dan seterusnya. Jadi memang ada upaya-upaya juga membikin kita itu selalu tergantung pada negara lain padahal sebenarnya kita mampu," ucap Fadli.

Dia menyebut renewable daya bakal menekan 'permainan'. Sekaligus, kata dia, Indonesia bisa memutus ketergantungan pada minyak.

"Nah dengan adanya renewable energy nan sekarang dikembangkan termasuk dari biodiesel, bioetanol, dengan B50 mungkin kelak bisa bertambah. Saya kira kita bisa perlahan-lahan memutus ketergantungan itu. Termasuk mengeksplorasi lagi potensi-potensi dari secondary recovery untuk minyak kita dan juga gas kita dan juga sumber-sumber daya nan lain," ujarnya.

MBG

Fadli juga membahas MBG. Dia menyebut Prabowo mau pembangunan sumber daya manusia nan baik.

"Dalam soal MBG misalnya, saya kira program ini sudah acapkali juga dijelaskan. Jadi jika masa sebelumnya mungkin heavy-nya kepada infrastruktur, Pak Prabowo mau menekankan kepada pembangunan sumber daya manusia, SDM-nya. Kita tahu bahwa banyak sekali daerah-daerah kabupaten-kabupaten nan nomor stunting-nya itu cukup tinggi. Nah ini menjadi perhatian beliau gitu gimana melakukan intervensi agar nomor stunting ini turun," ucapnya.

Dia mengatakan Prabowo mau mengatasi stunting untuk mempersiapkan generasi Indonesia emas. Menurutnya, perbaikan gizi lewat MBG menjadi salah satu upaya.

"Kalau misalnya di dalam praktiknya ada mungkin kekeliruan, penyimpangan dari oknum-oknum tertentu saya kira di setiap kebijakan di mana pun selalu ada hal-hal nan semacam itu ya apalagi di masa-masa awal, ya saya kira itu nan kudu ditertibkan, nan kudu dilakukan perbaikan-perbaikan dan saya kira itu sedang dilakukan," ucapnya.

Fadli mengingatkan MBG bukan bisnis. Dia menekankan MBG merupakan pelayanan.

"Apa nan menjadi kebijakan Pak Prabowo MBG ini adalah bagian dari satu pelayanan. Tapi dari upaya itu kemudian men-generate satu pertumbuhan ekonomi dengan wajar saya kira itu sangat baik," tutur dia.

Koperasi Desa Merah Putih

Fadli Zon juga menjelaskan soal Koperasi Desa Merah Putih. Dia menyebut program ini berasal dari mandat konstitusi.

"Begitu juga dengan Koperasi Desa Merah Putih sebenarnya merupakan satu pendapat nan sangat baik lantaran memang ini juga mandat konstitusi. Ekonomi disusun berasas azas kekeluargaan itu kan koperasi," ujar Fadli.

Mantan Wakil Ketua DPR ini menyebut program tersebut dilakukan demi keberpihakan terhadap rakyat kecil. Dengan program ini, lanjut dia, tengkulak-tengkulak nan merugikan rakyat bisa ditertibkan.

"Nah sekali lagi di dalam penerapan mungkin tetap ada satu dua kekurangan itu adalah satu persoalan lain. Tapi jika kita lihat dari ideologi dan juga intervensi inilah nan kudu dilakukan terutama gimana menggerakkan ekonomi di desa, kemudian pengedaran di desa, lampau juga menghilangkan, mengurangi misalnya tengkulak-tengkulak nan ada di desa nan membikin masyarakat desa semakin miskin," ujar dia.

Pupuk Subsidi-Gabah Kering Giling

Fadli juga bicara program Prabowo mengenai subsidi daya hingga meningkatkan nilai Gabah Kering Giling (GKG). Dia mengatakan kedua program ini dilakukan untuk mendukung swasembada pangan.

"Nah dan ini juga menyalurkan bahan-bahan bersubsidi lantaran Pak Prabowo dari 100 hari pertama sudah membenahi tata kelola pupuk bersubsidi dengan pupuk nan petani itu kan kadang-kadang mendapatkan masalah lantaran tidak mendapatkan pupuk pada nilai nan tepat, pada waktu nan tepat, pada jumlah nan tepat ya ketika dibutuhkan. Pak Prabowo intervensi ini sejak awal," jelas dia.

Dia mengatakan kenaikan nilai gabah membikin petani untung. Dia menyebut produksi beras meningkat lantaran petani mau menanam.

"Pak Prabowo langsung menaikkannya menjadi Rp 6.500. Ini menjadi insentif bagi petani sehingga petani mau menanam. Makanya kita termasuk mendapatkan persediaan beras nan cukup baik lantaran petani mau menanam," ucapnya.

Ia mengatakan swasembada pangan tidak bakal tercapai jika petani rugi dan nilai tukarnya rendah. Petani, kata dia, pasti tidak mau menanam jika kondisi itu nan terjadi.

"Kalau petani itu rugi dan Nilai Tukar Petani itu rendah, ya sekarang Nilai Tukar Petani cukup tinggi 124. Nah jika Nilai Tukar Petani itu rendah ya petani tidak mau menanam. Nah sekarang petani paling tidak bisa diuntungkan sampai 30% dengan tingginya nilai Gabah Kering Giling gitu. Ini intervensi dari awal makanya kemudian kita bisa swasembada pangan," tutur dia.

(maa/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News