Fadil Imran soal Pagar: Jangan Dibangun Narasi Akan Terjadi Sesuatu

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Fadil Imran merespons pemasangan pagar tinggi oleh sejumlah mal dan pusat perbelanjaan.

Ia memastikan situasi di Indonesia terbilang kondusif.

"Sampai hari ini, berasas info daily operating reporting system, itu tidak ada perihal nan menonjol, tidak ada," kata Fadil di Jakarta, Sabtu ().

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, pemasangan pagar oleh pemilik properti seperti mal merupakan perihal wajar. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat tidak terpancing dengan narasi nan menyebut bakal terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah jika bangun pagar bakal terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya," ucapnya.

Memasuki bulan Agustus, Fadil menyebut tidak ada antisipasi unik nan dilakukan lantaran pada prinsipnya kepolisian selalu bersiaga.

"Setiap hari kami jaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi tidak ada (antisipasi khusus), biasa saja, semua kita siaga selalu," tuturnya.

Sejumlah mal di Jakarta dilaporkan memasang pagar tinggi dalam beberapa hari terakhir. Menanggapi perihal itu, Gubernur DKI Pramono Anung meminta pihak pengelola tidak merasa cemas berlebih lantaran kondisi ibu kota aman.

"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi kelak pada saatnya pasti saya bakal minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono, Jumat (31/7).

Dia menyoroti peristiwa tersebut dan mengingatkannya pada unjuk rasa serta kerusuhan pada Agustus 2025. Pemprov DKI berkoordinasi dengan TNI/Polri dan pihak mengenai lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.

"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membikin kegembiraan bagi siapa pun nan ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ucap Gubenur.

Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi membujuk masyarakat untuk memeriksa kebenaran info nan dapat memicu ketakutan di tengah beredarnya rumor mengenai potensi gangguan keamanan.

"Kita jangan memperbesar berita-berita nan tidak baik. Berita-berita nan menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek kebenaran betul nggak 'fear monger' nan sedang beredar itu," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7).

Menurut dia, masyarakat perlu tetap bersikap optimistis lantaran kondisi negara dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan beragam program.

Ia mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia nan berjalan dengan komunikasi dua arah. Dalam pertemuan tersebut, beragam masukan dari pelaku upaya diterima dengan baik oleh Presiden.

"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada argumen buat kita nggak maju," ujarnya.

(antara/gil)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional