Cikal Bintang
, Jurnalis-Selasa, 24 Maret 2026 |20:38 WIB

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) angkat bunyi mengenai hasil minor dalam rangkaian Tur Eropa 2026. Meskipun Indonesia kudu menyudahi turnamen di German Open, All England, Swiss Open, dan Orleans Masters tanpa satu pun gelar juara, otoritas tertinggi bulu tangkis nasional tersebut menilai ada aspek positif dari segi daya juang dan transisi permainan para atlet di lapangan.
Kabid Binpres PP PBSI, Eng Hian, menilai hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan performa atlet. Dia memandang adanya progres nan cukup baik dari para pemain, terutama saat menghadapi musuh kelas dunia.
“Kalau memandang hasil memang belum sesuai harapan, tetapi dari sisi performa dan progres, kami memandang ada perkembangan nan cukup baik. Daya saing pemain terlihat, terutama saat menghadapi pemain top dunia,” ujar Eng Hian dikutip dari rilis resmi PBSI, Selasa (24/3/2026).
Dalam rangkaian turnamen tersebut, sejumlah wakil Indonesia bisa melangkah hingga fase akhir. Penampilan itu menjadi indikasi bahwa persaingan di level elite bumi semakin ketat.
Eng Hian menegaskan pengalaman bertanding di turnamen besar menjadi modal krusial bagi atlet. Hal itu dinilai dapat meningkatkan kematangan permainan dan mental bertanding.
“Yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen-momen krusial. Dari situ biasanya menjadi pembeda antara menang dan kalah. Ini nan terus kami benahi berbareng tim pelatih,” jelasnya.
Indra Wijaya. PBSI
1. Sorotan Tajam Sektor Tunggal
Dari sektor tunggal putra, pembimbing utama Indra Wijaya menyoroti performa Alwi Farhan nan menunjukkan tren positif. Dia menilai penampilan Alwi selama Tur Eropa cukup menjanjikan.
“Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen ini. Di All England dia bisa mencapai babak delapan besar, lampau menjadi runner-up di Swiss Open,” ujar Indra.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·