Jakarta -
Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) alias reksa biaya dengan underlying emas alias ETF Emas bulan depan. Rencananya, instrumen investasi ini diluncurkan pada momentum ulang tahun BEI pada 10 Agustus 2026.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan sudah ada beberapa personil bursa (AB) nan menyatakan minat untuk menerbitkan produk investasi tersebut. Meski begitu, dia tak menyebut rinci jumlah AB nan bakal menerbitkan instrumen tersebut.
"Sudah ada beberapa AB nan bakal menerbitkan ETF gold. Nanti, insyaallah di-launching di hari ulang tahun pasar modal tanggal 10 Agustus," ungkap Iding di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iding menambahkan, pihak nan menyatakan minat di bawah 10 AB. Ia juga mengatakan, AB tersebut merupakan sekuritas dalam negeri.
"Mudah-mudahan ya, doain. Ada beberapa AB nan sudah launching ETF emas," pungkasnya.
Sebelumnya, BEI diketahui telah mengusulkan insentif untuk instrumen ETF Emas. Insentif tersebut berupa keringanan pajak dari setiap transaksi sebagaimana bertindak bagi konsumen akhir emas batangan nan dibebaskan dari pemungutan PPh Pasal 22.
"Tentu nan dimintakan penegasan adalah bahwa perpajakannya sama dengan transaksi emas di pengguna akhir nan tidak ada pajaknya," ungkap Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, Rabu (15/7/2026).
(ahi/ara)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·