Desa Energi Berdikari, Ketika Energi Terbarukan Beri Manfaat ke Warga

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Dulu, musim tandus menjadi masa nan paling dikhawatirkan para petani di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, Bali. Keterbatasan air pada musim kemarau, membikin hasil panen menurun, biaya produksi meningkat, dan pendapatan petani ikut tergerus.

Kini, kondisi itu perlahan berubah. Berkat sistem irigasi nan ditenagai daya terbarukan, air dapat mengalir lebih stabil ke lahan pertanian. Para petani tak lagi sepenuhnya berjuntai pada cuaca.

Produktivitas padi meningkat dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare. Pengeluaran listrik berkurang, sementara nilai ekonomi hasil pertanian mencapai sekitar Rp476 juta setiap tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan menjadi salah satu gambaran gimana daya terbarukan tidak hanya menghadirkan listrik nan lebih bersih, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inisiasi perubahan itu diwujudkan oleh PT Pertamina (Persero) melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari. Program pemberdayaan masyarakat nan memanfaatkan daya terbarukan untuk menjawab persoalan akses energi, sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.

Bagi masyarakat, faedah program ini jauh melampaui hadirnya pembangkit listrik. Energi bersih dimanfaatkan untuk mengairi sawah, mengembangkan pertanian modern, mengolah hasil panen, hingga mendorong lahirnya usaha-usaha baru nan memberi nilai tambah bagi ekonomi desa.

DEB Uma Palak Lestari apalagi berkembang melampaui sektor pertanian. Selain menghadirkan sistem irigasi berbasis daya terbarukan nan bisa mengairi sekitar 103 hektare lahan, Pertamina juga membangun Bale Melajah sebagai pusat edukasi pertanian, mendorong penggunaan pupuk organik, serta memperkuat sistem pengelolaan irigasi berbasis Subak.

Desa Energi Berdikari, Ketika Energi Terbarukan Beri Manfaat ke WargaDesa Energi Berdikari, Ketika Energi Terbarukan Beri Manfaat ke Warga Foto: Pertamina

Program tersebut telah memberikan faedah kepada sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Kawasan DEB Uma Palak Lestari juga berkembang menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata melalui pembangunan ruang terbuka hijau, jogging track, rest area, hingga camping ground. Kawasan ini telah menarik sekitar 72 ribu visitor dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat hingga Rp64 juta per tahun.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Uma Palak Lestari, I Wayan Sukadana, merasakan langsung perubahan tersebut.

"Sejak kehadiran program TJSL Pertamina pada 2021 hingga sekarang, beragam pembinaan dan akomodasi nan diberikan bisa meningkatkan hasil pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan personil golongan tani dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan transisi Program DEB dirancang agar transisi daya tidak hanya memberikan faedah bagi lingkungan, daya bakal mempunyai makna andaikan bisa memberikan faedah langsung bagi kehidupan masyarakat.

"Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan daya bersih nan bisa menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi nan tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka kesempatan usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Baron.

Kisah serupa juga dirasakan di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Pemanfaatan daya panas bumi dan PLTS dimanfaatkan untuk mengembangkan greenhouse hidroponik melon dengan sistem pengendalian suhu. Hasilnya, produktivitas melon meningkat hingga 1,5 ton per panen, tingkat kandas panen turun dari 20 persen menjadi hanya 5 persen, sementara pendapatan petani mencapai sekitar Rp40 juta setiap kali panen.

Efek Berganda Program DEB

Bagi Pertamina, DEB bukan sekadar menghadirkan pembangkit daya terbarukan di desa. Program ini dirancang untuk membangun kemandirian masyarakat melalui daya nan bisa menggerakkan aktivitas ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Dampak tersebut mulai terlihat di beragam daerah. Sepanjang 2025, Program Desa Energi Berdikari berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun. Di banyak desa, daya terbarukan juga menjadi penggerak tumbuhnya upaya mikro, mini dan menengah (UMKM) nan menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan menggerakkan ekonomi desa.

Hingga Mei 2026, Pertamina telah mengembangkan Program DEB di 262 desa di beragam wilayah Indonesia. Program tersebut didukung pembangkit listrik tenaga surya dengan kapabilitas lebih dari 1,3 juta watt-peak (Wp), akomodasi biogas dan biometana sebesar 959 ribu meter kubik per tahun, serta pembangkit mikrohidro berkapasitas 52,5 ribu watt.

Desa Energi Berdikari, Ketika Energi Terbarukan Beri Manfaat ke WargaDesa Energi Berdikari, Ketika Energi Terbarukan Beri Manfaat ke Warga Foto: Pertamina

Program DEB telah memberikan faedah kepada lebih dari 283 ribu penerima faedah di seluruh Indonesia. Ke depan, Pertamina bakal terus memperluas program ke lebih banyak desa agar semakin banyak masyarakat nan dapat merasakan faedah daya bersih sebagai penggerak pembangunan dan kesejahteraan.

Selain meningkatkan ekonomi, DEB juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) lebih dari satu juta ton CO₂eq setiap tahun. Dengan demikian, faedah nan dirasakan masyarakat melangkah beriringan dengan upaya menjaga lingkungan dan mendukung sasaran Net Zero Emission Indonesia pada 2060.

(hnu/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance