Etana Perkuat Inovasi Vaksin HPV bagi Masyarakat Indonesia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Etana Perkuat Inovasi Vaksin HPV bagi Masyarakat Indonesia Ilustrasi(magnific)

UPAYA memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional semakin krusial seiring kebutuhan Indonesia untuk memastikan kesiapan vaksin nan aman, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat. 

Pengembangan kapabilitas riset dan produksi vaksin dalam negeri dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan nasional dalam jangka panjang.

PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penemuan dan pengembangan vaksin bagi masyarakat Indonesia. Salah satu konsentrasi perusahaan saat ini adalah pengembangan vaksin Human Papillomavirus (HPV), nan digunakan untuk membantu mencegah jangkitan penyebab kanker serviks.

Kanker serviks tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian wanita di Indonesia. Karena itu, peningkatan akses terhadap vaksin HPV dinilai menjadi bagian krusial dari upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Director of Vaccine and Anti Infectious Business Unit Etana Indra Lamora mengatakan, perusahaan berupaya menghadirkan penemuan vaksin nan tidak hanya memenuhi standar kualitas tinggi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Melalui pengembangan vaksin HPV, produksi lokal PCV-13, serta kehadiran vaksin meningitis nan sekarang telah resmi kami luncurkan, kami mau berkontribusi nyata dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/6).

Menurut Indra, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah penyakit menular. Oleh lantaran itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi perlu terus didorong agar faedah perlindungan kesehatan dapat dirasakan lebih luas.

Selain mengembangkan vaksin HPV, Etana telah memproduksi vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV-13) di dalam negeri. Vaksin tersebut digunakan untuk membantu mencegah pneumonia pada anak dan sekarang telah menjadi bagian dari program imunisasi nasional pemerintah.

Kehadiran produksi lokal PCV-13 menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung kemandirian vaksin nasional. 

Selain membantu memperkuat pasokan vaksin dalam negeri, vaksin tersebut juga diharapkan berkontribusi dalam menekan nomor kesakitan dan kematian akibat pneumonia pada anak.

Etana juga memperluas portofolio vaksinnya melalui peluncuran vaksin meningitis. Vaksin tersebut diproduksi untuk memenuhi kebutuhan imunisasi masyarakat luas, termasuk golongan nan mempunyai akibat tinggi terhadap jangkitan meningitis.

Selain itu, vaksin meningitis mempunyai peran krusial dalam mendukung kebutuhan kesehatan jemaah haji dan umrah. Ketersediaan vaksin tersebut diharapkan dapat membantu memastikan kelancaran persiapan ibadah masyarakat Indonesia nan setiap tahun melakukan perjalanan ke Tanah Suci.

Dalam pengembangan produk, perusahaan juga meletakkan perhatian pada kebutuhan dan karakter masyarakat Indonesia. Karena itu, Etana berkomitmen memastikan setiap vaksin lokal nan dikembangkan memenuhi standar sertifikasi legal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Menurut perusahaan, sertifikasi legal menjadi aspek krusial dalam memperluas penerimaan penemuan kesehatan di masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan spesifik masyarakat Indonesia terhadap produk kesehatan nan aman, berkualitas, dan sesuai dengan kepercayaan mereka.

Keberhasilan program imunisasi, lanjut Indra, tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Karena itu, Etana terus membangun kerjasama dengan pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga riset, serta beragam pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pengedaran dan pemanfaatan vaksin dapat melangkah secara optimal.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan bahwa setiap produk nan dikembangkan merujuk pada standar dunia mengenai kualitas, keamanan, dan efikasi. Pendekatan tersebut dilakukan agar penemuan nan dihasilkan tidak hanya memenuhi izin nasional, tetapi juga bisa bersaing di tingkat internasional.

Melalui penguatan riset, inovasi, dan produksi vaksin dalam negeri, perusahaan menilai Indonesia mempunyai kesempatan untuk semakin berdikari dalam memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri biofarmasi nasional di tingkat global.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia