
Erupsi Anak Krakatau, Ini Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan (Foto: PVMG)
JAKARTA — Erupsi Anak Krakatau tidak hanya menimbulkan material vulkanik di sekitar area gunung, tetapi juga dapat membawa abu ke sejumlah wilayah nan terbawa angin. Paparan abu vulkanik perlu diwaspadai lantaran dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan, mata, dan kulit.
Abu vulkanik merupakan material hasil letusan gunung api nan terlontar ke udara dan kemudian dapat terbawa angin ke beragam arah. Material nan keluar saat erupsi mempunyai kandungan nan beragam, mulai dari partikel pasir dan batuan hingga produk letusan seperti belerang.
Ahli Kesehatan Paru Rumah Sakit Omni Alam Sutera Tangerang, Dr. Thahri Iskandar, SpP, mengatakan material nan dikeluarkan saat gunung api mengalami erupsi dapat memberikan akibat berbeda terhadap kesehatan.
“Kandungan nan terdapat dalam abu vulkanik sangat variatif,” kata dia.
Menurut Thahri, material letusan dapat berupa pasir, batu-batuan, produk letusan seperti belerang, hingga awan panas nan kerap disebut wedhus gembel. Berbagai material tersebut dapat berakibat terhadap kesehatan, khususnya organ paru-paru.
“Semuanya sangat berpengaruh terhadap kesehatan, khususnya paru-paru,” ungkapnya.
Bisa Memicu Sesak Napas
Dampak abu vulkanik terhadap saluran pernapasan dipengaruhi oleh jumlah paparan dan posisi seseorang terhadap sumber abu. Semakin dekat dengan material vulkanik dan semakin banyak abu nan terhirup, semakin besar pula akibat gangguan pernapasan.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·