loading...
Eropa Luncurkan Perisai Udara. Foto / Viet
BERLIN - Produsen rudal Eropa, MBDA, bakal memperkenalkan rudal pencegat baru nan dirancang untuk melawan serangan skala besar oleh pesawat nirawak dan amunisi murah.
Langkah ini diambil lantaran bentrok diUkrainadan Timur Tengah telah mengungkap keterbatasan sistem pertahanan udara tradisional dalam menghadapi serangan besar-besaran menggunakan senjata murah nan diproduksi secara massal.
Rudal baru nan disebut Counter Mass Interceptor (CMI) bakal dipamerkan di Farnborough Airshow di Inggris pada tanggal 21 Juli. Menurut MBDA, sistem ini dirancang untuk meningkatkan keahlian pertahanan negara-negara Eropa dan pasukan NATO terhadap serangan skala besar menggunakan UAV dan amunisi berbiaya rendah.
Menurut perwakilan MBDA, Eropa saat ini kekurangan sistem pertahanan nan dikembangkan di dalam negeri nan bisa secara efektif menangkal serangan saturasi. Hal ini membikin negara-negara di area tersebut berjuntai pada sistem nan dipasok oleh Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara lain.
Muncul pesaing baru nan handal bagi jet tempur Su-35 dan Su-57 Rusia.SKĐS - Varian Eurofighter Typhoon Tranche 4 telah sukses menyelesaikan uji penerbangan pertamanya di Jerman.
Saat ini,ASmenggunakan Advanced Precision Kill Weapon System (AKPWS), nan dikembangkan oleh BAE Systems bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Northrop Grumman dan General Dynamics, untuk mencegat sasaran dengan biaya lebih rendah daripada rudal anti-pesawat tradisional.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·