Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia memperluas daftar hukuman terhadap pejabat Uni Eropa (UE) nan terlibat dalam support militer ke Ukraina. Langkah ini diambil setelah blok tersebut mengesahkan paket hukuman ke-20 terhadap Moskow.
Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Rusia menilai kebijakan terbaru dari Brussel sebagai tindakan nan "secara terang-terangan melanggar norma internasional." Sebagai balasan, Moskow memasukkan lebih banyak pejabat dan pihak mengenai dari negara-negara Eropa ke dalam daftar hitam.
"Sebagai tanggapan atas keputusan Uni Eropa nan melanggar hukum, pihak Rusia telah secara signifikan memperluas daftar perwakilan lembaga Uni Eropa, negara personil Uni Eropa, dan sejumlah negara Eropa nan berpihak pada kebijakan anti-Rusia Brussel," tulis kementerian tersebut, seperti dikutip RT, Selasa (28/4/2026).
Meski tidak merinci identitas perseorangan nan disanksi, Rusia menyebut targetnya mencakup pejabat nan terlibat dalam pengambilan keputusan support militer ke Ukraina, penerapan hukuman terhadap Rusia, hingga pihak nan dianggap merusak hubungan Moskow dengan negara lain. Selain itu, aktivis dan akademisi nan dinilai "bermusuhan" juga turut masuk daftar.
Moskow menegaskan tekanan dari Barat tidak bakal mengubah arah kebijakan luar negerinya. "Kebijakan destruktif Brussel tidak bisa mempengaruhi kebijakan luar negeri negara kita. Rusia telah dan tetap berkomitmen untuk memihak kepentingan nasionalnya," tegas kementerian tersebut.
Sebelumnya, Uni Eropa mengumumkan pembatasan tambahan nan menyasar sektor finansial dan ekspor daya Rusia. Salah satu fokusnya adalah dugaan "armada bayangan" nan disebut digunakan untuk menghindari hukuman perdagangan minyak.
Namun Rusia membantah tuduhan tersebut dan mengecam tindakan penyitaan kapal tanker oleh negara Barat sebagai corak pembajakan.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengakui hukuman Barat memberikan akibat terhadap ekonomi domestik. Meski demikian, dia menegaskan Rusia sekarang lebih siap menghadapi tekanan tersebut.
"Meski hukuman berakibat negatif secara keseluruhan, kami telah memperoleh pengalaman signifikan dalam meminimalkan konsekuensinya," ujar Peskov.
(tfa/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·