Erick Thohir Tinjau Festival Grassroot di Jogja, Cari Bibit Timnas Indonesia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau penyelenggaraan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai arena pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, meresmikan JEC Soccer Field di area Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Rabu (8/7), sekaligus meninjau putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026.

Turnamen nan berjalan pada 6–11 Juli itu diikuti 64 tim dari 32 provinsi dan menjadi bagian dari program pembinaan sekaligus pencarian bibit pemain Timnas Indonesia menuju Piala Dunia U-15 FIFA.

Erick mengatakan FIFA bakal menggelar Piala Dunia U-15 untuk pertama kalinya pada 22–31 Oktober 2026 di Azerbaijan. Menurutnya, kehadiran turnamen tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempersiapkan pemain sejak usia awal agar mempunyai fondasi kuat menuju level internasional.

“FIFA sekarang sudah membikin kejuaraan U-15 nan dimulai tahun ini di bulan Oktober. Nah, ini juga kita kudu persiapkan,” kata Erick Thohir kepada awak media, Rabu (8/7).

“Dari mana? Ya, tentu dari bibit-bibit nan kelak di bawah U-15. Tapi bukan enggak mungkin ada salah satu dua pemain nan U-12 bisa aja bermain di U-15,” tambahnya.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau penyelenggaraan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai arena pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Ia menambahkan PSSI terus menjaga kesinambungan pembinaan melalui kejuaraan golongan umur, seperti Soeratin dan Pertiwi, nan rutin digelar dalam tiga tahun terakhir.

“Dan sudah melangkah terus memang. Tapi di PSSI, tiga tahun terakhir kita selalu ada namanya Soeratin, Pertiwi, sudah jalan terus. Dan tidak mungkin kita melakukan pembinaan hanya dari atas, tapi kudu dari bawah,” ujarnya.

Festival Grassroot juga dimanfaatkan sebagai arena pencarian talenta pemain usia dini. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Khairul Anwar, mengatakan jejeran Exco ditugaskan memantau langsung para pemain selama putaran nasional berlangsung.

“Memang dari PSSI itu kami dari Exco ditugaskan memantau tim juga untuk scouting golongan usia U-10 sama U-12,” ujar Khairul Anwar.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau penyelenggaraan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai arena pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Ia menegaskan proses tersebut menjadi bagian dari pembinaan berjenjang menuju golongan usia nan lebih tinggi.

“Ya, persiapan ke sana. Memang kudu berjenjang,” lanjutnya.

Direktur Jogja Expo Center (JEC), Endro Wardoyo, mengatakan JEC mengosongkan agenda penggunaan lapangan selama putaran nasional berjalan lantaran merupakan agenda nasional PSSI. Menurutnya, pertandingan menggunakan tiga lapangan di area JEC, ialah dua lapangan mini soccer di sisi timur dan Soccer Field nan baru diresmikan.

“Kita memang mengosongkan lantaran memang ini PSSI dan jadi agenda nasional. Kebetulan tahun ini ada di Jogja dan venue nan dipilih adalah JEC,” ujarnya.

“Kita pakai lapangan mini soccer dua lapangan nan di sebelah timur, kemudian di Soccer Field nan di belakang persis JEC,” tambah Endro.

Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), meninjau penyelenggaraan Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden di Jogja sebagai arena pencarian bibit pemain Timnas Indonesia, Rabu (8/7). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Hermawan, mengapresiasi penunjukan DIY sebagai tuan rumah putaran nasional Festival Grassroot U-10 dan U-12 Piala Presiden 2026. Ia berambisi pembinaan sejak usia awal bisa melahirkan atlet berprestasi.

“Kami memang semangat untuk, sesuai pengarahan Pak Menteri, gimana pembibitan dari bawah, jadi mendidik para usia umur 10 tahun dan 12 tahun. Jadi, ini insyaallah kita memang direncanakan dari muda untuk bisa lebih menjadi berprestasi,” katanya.

Senada, Ketua Asprov PSSI DIY Dessy Arfianto berambisi turnamen tersebut dapat melahirkan pemain nan kelak memperkuat Timnas Indonesia.

“Kita harapkan semoga setidaknya satu, dua, apalagi 11 pemain (calon timnas) berasal dari turnamen Piala Presiden ini,” kata Dessy.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan