Era Baru Bulu Tangkis Dunia: Kalender 2027-2030 Makin Padat, Denmark Open Resmi Naik Kelas ke Super 1000

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Senin, 09 Februari 2026 |20:15 WIB

 Kalender 2027-2030 Makin Padat, Denmark Open Resmi Naik Kelas ke Super 1000

Momen Jonatan Christie juara Indonesia Open 2025. (Foto: PBSI)

KUALA LUMPUR – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) secara resmi mengumumkan transformasi radikal untuk siklus kejuaraan 2027-2030 dengan serangkaian kebijakan baru nan bakal mengubah peta persaingan global. Gebrakan ini dirancang untuk memodernisasi olahraga tepok bulu dengan menambah intensitas turnamen serta memberikan apresiasi lebih tinggi terhadap ajang-ajang berhistoris di Benua Biru.

Perubahan tersebut mencakup penambahan jumlah turnamen menjadi 36 arena setiap tahun serta peningkatan status Denmark Open ke level Super 1000. Selain itu, format kejuaraan turut disempurnakan demi mendongkrak nilai komersial sekaligus memperkaya pengalaman fans global.

1. Formasi Baru Super 1000

Transformasi ini menandai era baru dengan almanak nan jauh lebih padat bagi para pemain elite dunia. Jika sebelumnya tur bumi hanya berkisar 26 hingga 31 turnamen, mulai 2027 intensitas persaingan meningkat seiring integrasi penuh level Super 100 ke dalam BWF World Tour.

Salah satu sorotan utama adalah naiknya kasta Denmark Open nan sekarang sejajar dengan turnamen elite lainnya. Ajang di Eropa tersebut resmi berdiri satu level dengan Malaysia Open, All England, Indonesia Open, dan China Open dalam kategori Super 1000.

Tak hanya status, lama turnamen Super 1000 juga diperpanjang menjadi 11 hari dengan dua akhir pekan pertandingan. Sektor tunggal bakal diikuti 48 pemain melalui fase grup sebelum fase gugur, sementara sektor dobel tetap menggunakan sistem gugur dengan 32 pasangan.

 Okezone/Bagas Abdiel) Karpet biru di Istora Senayan di Indonesia Open 2025 (Foto: Okezone/Bagas Abdiel)

2. Reformasi Turnamen Mayor

Perombakan juga menyentuh turnamen mayor nan menjadi puncak almanak internasional. Kejuaraan Dunia bakal memakai fase grup agar setiap atlet minimal bertanding dua kali, sedangkan Piala Sudirman serta Piala Thomas & Uber bakal melibatkan lebih banyak tim demi memperluas representasi negara.

Dengan meningkatnya intensitas kompetisi, aspek finansial pun ikut terdongkrak secara signifikan. Total bingkisan duit tahunan diproyeksikan melonjak hingga USD 26,9 juta alias sekitar Rp426 miliar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com