loading...
Integrasi On-Device AI pada lini Samsung Galaxy S Series telah mendefinisikan ulang standar kepintaran buatan seluler di 2026, mengubah ponsel pandai dari sekadar perangkat komunikasi pasif menjadi asisten kerja proaktif. Foto: SEIN
JAKARTA - Tahun 2026 menandai titik kembali dalam lanskap teknologi smartphone global. Kecerdasan buatan (AI) bertransisi dari sekadar fitur pelengkap nan "keren untuk dimiliki" menjadi "asisten kerja" nan tak terpisahkan.
Nah, lini Samsung Galaxy S Series memimpin perubahan ini lewat pendekatan On-Device AI. Yakni, terobosan pemrosesan info langsung di dalam perangkat keras nan menjamin privasi tingkat tinggi, respons instan tanpa jarak komputasi awan (cloud), dan selalu siap digunakan kapan saja.
Dulu Adu Chipset, Sekarang Adu AI

Dominasi kepintaran buatan tidak lagi bisa dibantah di tren pasar smartphone flagship saat ini. Menurut info internal Samsung, tingkat penggunaan alias usage rate Galaxy AI di jejeran perangkat flagship melonjak drastis: dari 71,6 persen pada 2024 menjadi 86,9 persen di 2025.
Angka ini membuktikan bahwa nyaris 9 dari 10 pengguna smartphone premium secara aktif mengandalkan AI untuk memangkas workflow (alur kerja) harian mereka.
Kunci dari arsitektur On-Device AI ini terletak pada perangkat kerasnya. Samsung membenamkan Neural Processing Unit (NPU) berkinerja tinggi ke dalam prosesor mutakhir mereka. Juga, bekerja-sama dengan Qualcomm Snapdragon untuk mengeksekusi AI generatif secara berdikari di dalam gawai.
Rekam Jejak Evolusi Ekosistem Raksasa

Perjalanan panjang Samsung membangun ekosistem AI dimulai sejak perkenalan asisten bunyi Bixby pada 2017.
Puncaknya terjadi pada awal 2024, ketika Samsung secara resmi menggebrak pasar dengan mengenalkan fondasi Galaxy AI pada lini Galaxy S24 Series.
Di peluncuran perdananya, sistem ini diluncurkan dengan 13 bahasa, namun dengan sigap diperluas, termasuk penambahan Bahasa Indonesia. Hingga penutup tahun 2024, teknologi ini telah menguasai 20 bahasa dan menjadi jagoan operasional bagi lebih dari 200 juta perangkat secara global. Memasuki awal tahun 2026, ekspansi tersebut kian masif hingga sukses merangkul lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia.
"Evolusi Galaxy AI bukan sekadar tentang peluncuran fitur, melainkan tentang pendemokrasian teknologi," tegas Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia. "Dimulai dari Galaxy S24 di awal 2024, sekarang kami telah membawa pengalaman AI nan mulus ke lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem perangkat Samsung."
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·