Gelandang Enzo Fernandez resmi berasosiasi dengan Manchester City.(mancity.com)
MANCHESTER City resmi mendapatkan Enzo Fernandez dari Chelsea pada hari terakhir bursa transfer. Gelandang asal Argentina itu mengaku bangga bisa berasosiasi dengan City dan menilainya sebagai klub nan dibangun untuk meraih kesuksesan.
Fernandez pindah ke Stadion Etihad dengan nilai transfer nan mencapai 125 juta. Angka tersebut menyamai rekor transfer Inggris nan dibuat Liverpool saat mendatangkan penyerang Swedia Alexander Isak dari Newcastle United tahun lalu. Pemain 25 tahun itu juga menilai kualitas skuad City menjadi salah satu argumen utama dirinya menerima pinangan klub Manchester tersebut.
"Saya pikir setiap pemain mau menjadi bagian dari klub seperti ini lantaran semua orang tahu sungguh baiknya Manchester City dikelola. Klub ini dibangun untuk meraih kesuksesan," kata Fernandez.
"Kalau memandang skuadnya, City mempunyai pemain berbobot di setiap posisi. Saya mau belajar dari rekan-rekan baru saya dan menjadi pemain nan lebih baik," ujar Fernandez.
Kedatangan Fernandez menjadi bagian dari perombakan lini tengah City. Ia diproyeksikan mengisi posisi nan ditinggalkan sejumlah pemain penting, termasuk Rodri nan baru berasosiasi dengan Barcelona.
Selain Rodri, City juga kehilangan Bernardo Silva, Nico Gonzalez, dan Tijjani Reijnders. Untuk mengisi sektor tersebut, City sekarang mempunyai trio baru Fernandez, gelandang Inggris Elliot Anderson, dan pemain muda Maroko Ayyoub Bouaddi. Total biaya untuk membangun kembali lini tengah tersebut telah menembus lebih dari 300 juta poundsterling.
Transfer Fernandez tidak lepas dari peran pembimbing City, Enzo Maresca. Keduanya pernah bekerja sama di Chelsea sebelum Maresca meninggalkan London untuk mengambil alih City setelah era Pep Guardiola.
Maresca menjadi salah satu sosok nan mendorong City untuk mendatangkan Fernandez. Kehadiran mantan anak asuhnya diharapkan membantu City melewati fase perubahan besar di lini tengah.
Fernandez sebelumnya berasosiasi dengan Chelsea dari Benfica pada 2023 dengan nilai transfer 106 juta. Selama berada di Stamford Bridge, dia membantu klub meraih gelar Liga Konferensi dan Piala Dunia Antarklub.
Namun, hubungan Fernandez dengan pendukung Chelsea memburuk dalam beberapa waktu terakhir. Keinginannya untuk pindah dari Stamford Bridge, termasuk kesukaan terhadap Real Madrid, membikin situasi semakin rumit. Pelatih Chelsea Xabi Alonso apalagi tidak memasukkan Fernandez ke dalam skuad pada dua pertandingan terakhir sebelum kepindahannya ke City terwujud.
Fernandez kemudian menyampaikan pesan perpisahan panjang kepada Chelsea melalui media sosial. Ia mengakui keputusan meninggalkan klub bukan sesuatu nan mudah.
"Saya mau kalian tahu bahwa beberapa hari terakhir bukanlah hari-hari nan mudah bagi saya. Menulis ini juga tidak mudah. Sejujurnya, saya tidak berada dalam kondisi nan baik," ungkap Fernandez.
"Hidup adalah tentang mengambil keputusan dan sekarang saya kudu mengambil salah satu keputusan susah tersebut," lanjutnya.
Di City, Fernandez diharapkan segera memberikan kontribusi di lini tengah. Direktur sepak bola klub, Hugo Viana, menilai pemain Argentina itu mempunyai paket keahlian nan lengkap.
Viana juga menyoroti pengalaman Fernandez di level internasional meski usianya baru 25 tahun. Fernandez telah tampil di dua final Piala Dunia dan mengoleksi sejumlah gelar berbareng klub di beberapa negara.
"Dia adalah gelandang lengkap, mempunyai keahlian teknis, pekerja keras, tangguh, dan bisa mencetak gol," kata Viana.
"Dia sudah bermain di dua final Piala Dunia dan memenangkan trofi-trofi besar di beberapa negara pada usia 25 tahun. Itu menunjukkan mentalitas, profesionalisme, dan kualitas teknisnya," ujar Viana.
(AFP/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·