Ilustrasi(Antara)
SEKRETARIS Jenderal DPP APKLI Merah Putih, Saiful Chaniago, menyatakan optimisme penuh bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bisa mewujudkan sasaran pertumbuhan ekonomi 8% melalui penguatan ekonomi kerakyatan nan saat ini sudah dijalankan secara nyata dan revolusioner.
Optimisme tersebut disampaikan Saiful menjelang pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih nan bakal digelar pada 17 Oktober 2026 di Jakarta, dengan tema besar APKLI Merah Putih Bersama UKM PKL Indonesia Wujudkan Ekonomi Tumbuh 8% Presiden Prabowo Subianto.
“Kami di APKLI Merah Putih melihat, merasakan, dan terlibat langsung. Program ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo bukan wacana. Sudah jalan, sudah dirasakan PKL dan UMKM. Karena itu kami optimis 8% pasti tercapai,” tegas Saiful dikutip Senin (21/9).
Saiful memaparkan empat pilar ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo nan menjadi bukti nyata di lapangan. Pertama adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan dinilainya sebagai revolusi ekonomi kerakyatan terbesar dengan perputaran anggaran hingga Rp 400 triliun per tahun langsung ke desa-desa.
“Telur dibeli dari peternak lokal, ayam dari peternak kecil, sayur dari petani, nan masak UMKM kuliner dan PKL. Anak dapat gizi, ekonomi rakyat bergerak, stunting turun. Inilah multiplier effect nan menyumbang 0,5-1% pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Pilar kedua adalah Kampung Nelayan Merah Putih nan dinilai mengembalikan kedaulatan laut kepada rakyat. Melalui program ini nelayan mendapatkan kapal, cold storage, akses BBM, akses modal melalui Koperasi Merah Putih, serta rantai pasok langsung ke pasar rakyat dan program MBG.
Pilar ketiga adalah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) nan disebut sebagai pemutus rantai rentenir dan sistem ijon nan selama ini menjerat PKL-UMKM. Dengan konsentrasi angsuran produktif sesuai pengarahan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, PKL dapat mengakses modal upaya dengan kembang murah untuk gerobak, kompor, hingga lemari es dagang.
“Selama ini PKL pinjam ke rentenir kembang 20% sebulan. Dengan KDMP, ini bukan angsuran konsumtif nan bikin macet, melainkan kredit produktif nan bikin omzet naik 2 sampai 3 kali lipat,” tegas Saiful.
Sementara pilar keempat adalah kebijakan pro rakyat mini lainnya seperti pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) RI untuk melipatgandakan penerimaan negara, Sekolah Rakyat untuk anak-anak family PKL-UMKM, serta Program 3 Juta Rumah Rakyat nan melibatkan tukang, kuli bangunan, hingga warung material kecil.
Saiful menegaskan, pelantikan Pengurus Pusat APKLI Merah Putih di bawah kepemimpinan Ketua Umum dr. Ali Mahsun ATMO pada 17 Oktober mendatang dengan dihadiri ketua wilayah dan bagian se-Indonesia adalah bukti kesiapan APKLI menjadi garda depan ekonomi kerakyatan.
“Jika ekonomi rakyat kuat, daya beli naik, warung laku, PKL sejahtera, maka ekonomi tumbuh 8% bukan sekadar angka, tapi kesejahteraan nan dirasakan 270 juta rakyat Indonesia. Bersama Presiden Prabowo, kita wujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·