Ilustrasi(Dok AFP)
DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, mengatakan Washington tetap membuka kesempatan bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan guna mencari jalan keluar dari bentrok di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Waltz dalam aktivitas Al-Monitor Live di New York, Minggu (20/9), di sela-sela rangkaian Sidang Umum PBB. Ia mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump menilai waktu berada di pihak Amerika Serikat dalam bentrok dengan Iran nan dimulai pada 28 Februari.
"Saya percaya itu benar," kata Waltz ketika ditanya penasihat senior Al-Monitor, Andrew Parasiliti, mengenai kepercayaan Washington bahwa waktu menguntungkan posisi AS.
Waltz kemudian menegaskan bahwa kesempatan bagi Teheran untuk kembali melakukan perundingan tetap terbuka. Ia juga membantah laporan nan menyebut Iran menjadikan pencabutan hukuman Amerika Serikat dan pembayaran tukar rugi sebagai syarat untuk memulai kembali pembicaraan.
"Pintu terbuka bagi Iran untuk kembali ke meja perundingan," ujarnya.
Menurut Waltz, tekanan ekonomi nan dihadapi Iran serta melemahnya nilai mata duit negara tersebut menunjukkan kondisi nan semakin susah bagi pemerintahan di Teheran.
"Rezim Iran berada pada titik terlemahnya sejak 1979 dan semakin melemah," kata Waltz, mengutip tekanan ekonomi dan runtuhnya mata duit Iran.
"Mereka bakal kembali (ke perundingan), saya minta secara tenteram dan diplomatis," tambahnya.
Perdamaian di Gaza
Dalam kesempatan nan sama, Waltz turut membahas situasi Gaza dan pendekatan pemerintahan Trump terhadap upaya penyelesaian bentrok di wilayah tersebut.
Ia menyebut pendekatan Washington sebagai jenis multilateralisme baru. Waltz juga mengatakan pembicaraan dengan Israel mengenai penerapan rencana 20 poin Presiden Donald Trump untuk Gaza dapat dilanjutkan setelah pemilihan parlemen Israel nan dijadwalkan pada 27 Oktober.
Rencana tersebut mencakup pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina, program rekonstruksi Gaza, serta pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional. Namun, pembahasan mengenai perlucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel tetap belum mencapai kesepakatan.
Waltz juga menyebut terdapat calon personil nan menunjukkan kesukaan untuk berasosiasi dalam Kesepakatan Abraham, sebuah kerangka nan mendorong normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara. Namun, dia tidak menyebut negara mana saja nan dimaksud.
Ia turut menyambut keputusan Israel dan Maroko pada awal bulan ini untuk melakukan pertukaran duta besar.
Situasi Irak
Mengenai Irak, Waltz memberikan apresiasi terhadap langkah Perdana Menteri Ali al-Zaidi nan disebut berupaya menempatkan kelompok-kelompok milisi nan mendapat support Iran di bawah kendali negara.
Menurut Waltz, melemahnya pengaruh Iran dapat membuka kesempatan bagi pemerintah Irak untuk mengurangi pengaruh kelompok-kelompok tersebut.
Ia mengatakan negara Iran nan melemah dapat menciptakan kesempatan untuk mengekang pengaruh milisi nan didukung Teheran di Irak. (Anadolu/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·