ilustrasi penetapan tersangka.(MI)
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap peran empat pihak swasta nan disebut diduga menjadi orang kepercayaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan kementerian tersebut.
Keempatnya adalah Arif Sugiyanto (ARF), Erwin (ERW), Fahd El Fouz (FEZ), dan Muhammad Fakhry (MF). Mereka bukan hanya berstatus sebagai pihak nan diamankan dalam rangkaian operasi tangkap tangan KPK, tetapi juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkap adanya dugaan jaringan pengumpulan duit nan melibatkan sejumlah pihak tersebut. Arif disebut berkedudukan sebagai pengepul duit nan berasal dari Erwin maupun Muhammad Fakhry.
"Bahwa kemudian, ARF juga diduga berkedudukan sebagai pengepul duit dari ERW ataupun Sdr. MF selaku pihak swasta nan diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Sdr. NW, mengenai pengurusan jasa pertanahan pada Kantor Pertanahan (Kantah), Kantor Wilayah (Kanwil), maupun Kementerian ATR/BPN," kata Achmad dalam konvensi pers di Jakarta, Selasa (15/9).
Dari bangunan perkara KPK, posisi Arif berada dalam rantai pengumpulan biaya dari sejumlah urusan jasa pertanahan. Uang nan dihimpun tersebut kemudian diduga tidak berakhir di tangan Arif.
KPK menyebut biaya nan dikumpulkan Arif selanjutnya diberikan kepada Fahd El Fouz. Fahd juga disebut sebagai pihak swasta nan diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.
"Selanjutnya, uang-uang tersebut diberikan kepada Saudara FEZ selaku pihak swasta nan diduga orang kepercayaan Menteri ATR/BPN. Saudara FEZ sekaligus diduga sebagai penampung duit nan dikumpulkan Saudara. ARF," ujar Achmad.
Dengan bangunan tersebut, KPK tengah mendalami dugaan adanya jalur pengumpulan dan penampungan duit nan berangkaian dengan beragam jasa pertanahan. Aliran tersebut disebut mencakup pelayanan pada level Kantor Pertanahan, Kantor Wilayah, hingga Kementerian ATR/BPN.
Selain Arif dan Fahd, Erwin dan Muhammad Fakhry juga disebut KPK sebagai pihak swasta nan diduga menjadi orang kepercayaan Nusron. Keempatnya sekarang menjadi bagian krusial dalam investigasi untuk mengurai gimana duit dari beragam kepentingan pelayanan pertanahan dikumpulkan dan kemudian disalurkan.
KPK belum berakhir pada identifikasi para pengumpul dan penampung dana. Penyidik tetap menelusuri asal-usul, peruntukan, serta aliran duit tersebut, termasuk pihak nan diduga menerima maupun menyerahkannya.
Peran tersebut membikin keberadaan empat orang nan disebut sebagai orang kepercayaan Nusron menjadi salah satu konsentrasi dalam pengembangan perkara. Sebab, KPK tidak hanya menemukan dugaan transaksi dalam satu jasa pertanahan, tetapi juga mendalami penerimaan nan berangkaian dengan beragam urusan di sejumlah tingkatan birokrasi pertanahan.
KPK menyatakan pendalaman aliran biaya tetap berjalan untuk mengetahui keseluruhan jaringan dan pihak-pihak nan diduga terlibat dalam praktik penerimaan suap maupun gratifikasi tersebut. (Mir/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·