Emas Dunia Melemah 0,9 Persen, Investor Cermati Dampak Perang Iran ke Inflasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi emas batangan Foto: Shutter Stock

Harga emas bumi melemah pada perdagangan Rabu (15/4) waktu AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.

Mengutip Reuters pada Kamis (16/4), nilai emas spot turun 0,9 persen menjadi USD 4.798,89 per ounce pada pukul 13:31 ET (17:31 GMT), setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 18 Maret pada sesi nan sama. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup turun 0,5 persen pada level USD 4.823,60 per ounce.

Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan pelemahan ini merupakan bagian dari tindakan ambil untung nan wajar setelah kenaikan nilai sebelumnya.

"Emas dan perak hanya mengalami tindakan ambil untung ringan dan rutin setelah mencapai level tertinggi semalam," kata Analis senior di Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Menurutnya, pergerakan emas belakangan ini condong tidak mengikuti peran tradisionalnya sebagai aset safe haven.

"Para trader saat ini lebih konsentrasi pada implikasi dari kebijakan moneter nan lebih ketat dan tekanan inflasi," kata Jim.

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyatakan bentrok nan melibatkan Israel dan Iran mendekati akhir. Pada saat nan sama, kepala militer Pakistan sebagai pihak mediator tiba di Teheran untuk mencegah eskalasi kembali konflik.

Meski begitu, ketidakpastian tetap membayangi, terutama mengenai jalur pengedaran daya global. Harga minyak tercatat naik tipis lantaran pengiriman melalui Selat Hormuz tetap terganggu.

Bahkan, 45 hari setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan selat tersebut, lampau lintas kapal tetap belum sepenuhnya pulih meski telah ada gencatan senjata selama dua minggu.

Kondisi ini berpotensi menahan laju penurunan inflasi global. Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyebut bank sentral AS kemungkinan kudu menunda penurunan suku kembang hingga 2027 jika nilai minyak tetap tinggi akibat bentrok Iran.

Pasar saat ini memperkirakan kesempatan penurunan suku kembang AS tahun ini hanya sebesar 32 persen.

Secara teori, suku kembang nan lebih tinggi condong menekan nilai emas lantaran meningkatkan biaya kesempatan memegang aset nan tidak memberikan imbal hasil, sekaligus mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Sementara itu, logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot turun 0,2 persen menjadi USD 79,40 per ounce, platinum naik 0,8 persen ke USD 2.119,52 per ounce, dan palladium melemah 1,1 persen ke USD 1.570,10 per ounce.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan