Ekspor China pada Mei 2026 melesat di tengah tetap ada tekanan lantaran perang nan terjadi di Timur Tengah. Dikutip dari AFP, berasas info Bea Cukai China, pengiriman ke luar negeri dari Negeri Tirai Bambu melonjak 19,4 persen dari periode nan sama tahun lalu.
Angka tersebut melampaui perkiraan ialah 15,0 persen dalam survei ahli ekonomi Bloomberg, dan meningkat dari kenaikan 14,1 persen pada April.
Ekspor ke Amerika Serikat (AS) melonjak 35,4 persen secara tahunan, lantaran Presiden Donald Trump mengunjungi Beijing dengan perdagangan sebagai agenda utama.
Pengiriman peralatan ke ekonomi terbesar di bumi itu mencapai USD 39 miliar, naik dari USD 28,8 miliar pada bulan nan sama tahun lalu, ketika pengiriman tersebut ambruk selama perang jual beli Trump nan penuh gejolak.
Keuntungan perdagangan merupakan titik terang bagi ekonomi China, nan telah berjuang untuk mengalihkan pendorong pertumbuhan dari manufaktur ke konsumsi domestik.
Namun, permintaan nan lebih lemah dan kenaikan biaya daya nan disebabkan oleh perang di Timur Tengah mulai membebani pertumbuhan.
Aktivitas pabrik di China stagnan bulan lampau setelah dua bulan ekspansi, menurut info resmi. Pabrik-pabrik di negara itu menghadapi biaya nan lebih tinggi dengan kenaikan nilai bahan baku, terutama di sektor daya dan kimia, lantaran hambatan pengiriman tetap menjadi masalah.
Sementara itu, impor China melonjak 27,4 persen secara tahunan pada Mei 2026, melampaui perkiraan 26,0 persen dalam survei Bloomberg.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·