Ekspedisi Sekolah Dasar di Tangsel ini Tumbuhkan Kemandirian Siswa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ekspedisi Sekolah Dasar di Tangsel ini Tumbuhkan Kemandirian Siswa Ilustrasi(Dok Istimewa)

DARI Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, rombongan siswa Sekolah Dasar SD Islam Bina Cendekia ( SDI-BC), Kedaung,Pamulang Tangsel ,berdoa berbareng untuk melaksanakan aktivitas ekspedisi pendidikan ke wilayah Bogor. Perjalanan dilanjutkan dari MRT Blok M menggunakan pikulan kota lokal ialah Trans Jakarta menuju kota Bogor.

Dengan menggunakan transportasi umum sebagai sarana perjalanan para siswa juga belajar tentang tata langkah dan etika menggunakan akomodasi publik tersebut secara tertib dan aman.

"Kegiatan ekspedisi SDI BC ini dirancang guna memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas, sekaligus menumbuhkan kemandirian dan wawasan luas bagi para siswa," kata Kepala SDI BC Siti Masitoh nan berkawan disapa Bunda Itoh kepada Media Indonesia, kemarin.

Setibanya di Bogor,rangkaian kunjungan diawali di Balai Kirti, tempat di mana siswa diperkenalkan pada nilai-nilai sejarah, perjuangan bangsa, dan warisan budaya nan menjadi landasan identitas negara. Di tempat ini, ungkap Bunda Itoh, para siswa diajak memandang beragam koleksi pengarsipan dan barang bersejarah, serta mendengarkan penjelasan mengenai peran tokoh-tokoh krusial dalam sejarah Indonesia.

Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Museum Tanah dan Pertanian. Di letak ini, siswa mendapatkan pengetahuan mendasar mengenai jenis-jenis tanah, proses pembentukannya, hingga peran tanah dan pertanian bagi kehidupan manusia dan ketahanan pangan. Melalui pameran perangkat pertanian tradisional hingga modern serta contoh beragam jenis tanah, siswa memahami sungguh pentingnya menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam untuk keberlangsungan hidup.

Berikutnya, perjalanan dilanjutkan ke  Museum Zoologi, tempat nan menyimpan beragam koleksi spesimen hewan dari beragam jenis dan habitat, mulai dari serangga, burung, hingga mamalia. 

"Di sini, siswa dapat mengenal keanekaragaman hayati Indonesia, ciri-ciri bentuk hewan, serta peran masing-masing makhluk hidup dalam ekosistem. Kegiatan ini kami harapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian siswa terhadap kelestarian satwa dan lingkungan hidup," ungkap Bunda Itoh.

Mampu Beradaptasi

Adapun puncak aktivitas ekspedisi SDI BC dilakukan di Kebun Raya Bogor, area hijau luas nan menjadi pusat konservasi tanaman dan pariwisata alam. Siswa diajak berkeliling menyusuri jalur-jalur taman, mengawasi ribuan jenis tanaman langka dan unik dari beragam penjuru dunia, serta menikmati suasana udara sejuk dan lingkungan nan asri. Di tempat ini, siswa juga belajar mengenai faedah tanaman bagi kehidupan, langkah pelestariannya, serta pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Bunda Itoh mengaku berterima kasih seluruh rangkaian aktivitas melangkah dengan tertib, aman,disertai penuh semangat para siswa. Menurutnya, melalui kunjungan ke empat letak edukasi ini dan pengalaman menggunakan transportasi umum, para siswa tidak hanya menambah wawasan di bagian sejarah, pertanian, biologi, dan lingkungan, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, serta keahlian beradaptasi di lingkungan baru. 

Bagi wali siswa alias orang tua siswa menilai aktivitas Ekspedisi SDI BC banget positif.Para siswa mendapat pengetahuan dan wawasan serta kebersamaan dengan kawan teman sebayanya .

"Ekspedisi ini menjadi pengalaman berbobot nan mendukung proses pendidikan karakter dan pengetahuan siswa secara menyeluruh," kata orang tua siswa  Ade Laily Suryani.

Ade nan juga pembimbing di SMP Islamiyah Ciputat dan SMK Khazanah Kebajikan  berharap para siswa menjadi anak mandiri,mampu berdisiplin lantaran bangun pagi pagi sekali mengikuti perjalanan ekspedisi SDI BC. Menurutnya ekspedisi sekolah ini sekaligus menerapkan  program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen) nan digaungkan Mendikdasmen Abdul Mu'ti tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ialah bangun pagi, beribadah, berolahraga, doyan belajar, makan makanan sehat dan bergizi, bermasyarakat, dan rehat cukup dengan tidur cepat. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia