Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi di G20

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Tangguh Yudha , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |17:37 WIB

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi di G20

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Tertinggi di G20 (Foto: Menko Airlangga/Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61 persen pada kuartal I-2026 menjadi nan tertinggi di antara negara-negara G20. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan, di tengah dinamika dunia nan tetap mencari keseimbangan baru, ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas ekspektasi beragam lembaga. Dia menambahkan, pertumbuhan Indonesia lebih tinggi dibanding sejumlah negara seperti China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.

"Pertumbuhan kita nan 5,61 persen ini adalah tumbuh di atas beberapa negara G20. Memang dari G20 ini nan belum keluar India, tetapi di antara negara nan keluar termasuk China, Singapura, Korsel, Arab Saudi, Amerika Serikat, kita nan tertinggi," ungkapnya dalam konvensi pers, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari beragam kebijakan pemerintah, terutama momentum Ramadhan dan Idul Fitri nan mendorong konsumsi domestik. Konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,52 persen dan menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

"Ini semakin menegaskan bahwa momentum daripada Ramadhan dan Idul Fitri serta pelepasan mobilitas itu meningkat dengan tinggi," tegasnya.

Selain konsumsi, shopping pemerintah juga mencatatkan pertumbuhan tinggi sebesar 21,81 persen alias sekitar Rp815 triliun. Realisasi ini ditopang beragam program shopping kementerian lembaga, termasuk MBG sampai dengan Maret Rp51 triliun.

Dari sisi parameter makro, kondisi ekonomi dinilai tetap stabil. Inflasi April 2026 tercatat 2,42 persen, tetap dalam kisaran target. Indeks kepercayaan konsumen berada di level 122,9, sementara neraca jual beli mencatat surplus Rp3,32 triliun dan telah berjalan selama 71 bulan berturut-turut. Pertumbuhan angsuran juga meningkat 9,49 persen secara tahunan, diikuti kenaikan biaya pihak ketiga sebesar 13,55 persen.

Kondisi sosial juga disebutnya turut menunjukkan perbaikan. Dalam periode Februari 2025 hingga Februari 2026, jumlah tenaga kerja bertambah 1,89 juta orang menjadi 147,67 juta orang. Tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,76 persen menjadi 4,68 persen. Selain itu, nomor kemiskinan tercatat 8,25 persen dan rasio gini berada di level 0,363 pada September 2025.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com