Ekonomi RI 2026 Tumbuh 5,61 Persen, Rosan: Sumbangsih Investasi Naik

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan sumbangsih sektor investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 meningkat dari kuartal-kuartal sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), namun tercatat mengalami kontraksi 0,77 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2025 nan tumbuh 4,87 persen (yoy).

Rosan, nan juga CEO Danantara Indonesia, menyebut pencapaian tersebut membuktikan perekonomian Indonesia tetap melangkah dengan baik dan positif.

"Kalau dari porsi saya, tentunya dari segi investasi menyumbang 32 persen dari total pertumbuhan 5,61 persen, alias 1,8 persen," ungkapnya saat ditemui di instansi Kemenko Perekonomian, Selasa (5/5).

Rosan mengungkapkan biasanya sektor investasi hanya menyumbang sekitar 28-29 persen terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal-kuartal sebelumnya.

"Ya, alhamdulillah ini 32 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini alhamdulillah mencapai hasil nan sangat-sangat baik. Kita lihat dari terutama jika saya bicara dari segi investasi nan mencapai di atas target," jelasnya.

BPS mencatat berasas pengeluarannya, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,56 persen (yoy), dengan andil pengedaran sebesar 54,36 persen ke Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,96 persen, dengan andil pengedaran 28,29 persen ke PDB.

Konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi sebesar 21,81 persen (yoy), dengan andil pengedaran ke PDB sebesar 6,72 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan realisasi shopping pegawai melalui realisasi pembayaran THR, serta shopping peralatan dan jasa, utamanya peralatan nan diserahkan kepada masyarakat berupa program MBG.

Komponen ekspor tumbuh 0,90 persen (yoy), dengan andil 21,22 persen ke PDB. Sementara konsumsi Lembaga Nonprofit nan Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 6,28 persen (yoy), dengan andil pengedaran ke PDB sebesar 1,40 persen. Impor sebagai pengurang PDB tumbuh 7,18 persen (yoy), dengan andil sebesar 20,29 persen.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan