Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia belum bisa mencapai 6% pada kuartal II-2026, meskipun pada kuartal I-2026 bisa tumbuh 5,61%, tercepat sejak kuartal III-2022.
"Saya rasa belum 6%, mendekati sana lah," kata Purbaya di kantornya, Jakrata, Senin (11/5/2026).
Meski begitu, Purbaya memastikan, pemerintah bakal terus mendorong laju pertumbuhan nan lebih sigap dari kuartal I-2026 untuk periode kuartal II-2026.
Makanya, dia menjanjikan gelontoran stimulus ekonomi, plus agunan tak adanya tambahan kebijakan pajak baru demi menjaga daya beli dan suasana usaha, misalnya seperti pajak penghasilan upaya online, hingga pajak jalan tol.
"Let's say jika dua triwulan berturut-turut di atas 6%, kita bakal pertimbangan pajak-pajak nan lain," ucap Purbaya.
Kendati demikian, Purbaya menilai, dengan kondisi ekonomi nan sudah bergerak tumbuh lebih sigap pada kuartal I-2026, sudah menjadi pertanda perekonomian masyarakat mulai membaik, terutama nan berkaita dengan daya beli.
"Artinya daya beli masyarakat juga membaik lantaran beragam kebijakan pemerintah dan juga ada hari raya dan segala macam," paparnya.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·