Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Malaysia tumbuh 5,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2026 berasas perkiraan awal pemerintah. Meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, perekonomian negara tetangga Indonesia tersebut tetap ditopang sektor manufaktur dan jasa, serta lonjakan permintaan mengenai prasarana kepintaran buatan (artificial intelligence/AI).
Mengutip laporan Reuters, Jumat (16/10/2026), pertumbuhan ekonomi Malaysia pada periode Juli-September 2026 lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 6% pada kuartal II-2026. Departemen Statistik Malaysia menyatakan pertumbuhan tercatat di nyaris seluruh sektor ekonomi, selain pertambangan dan penggalian nan mengalami kontraksi 4,9% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Sektor jasa tumbuh 5,4%, sedangkan industri manufaktur mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 7,5%. Kinerja manufaktur didukung oleh industri berorientasi ekspor. Sementara itu, sektor bangunan tumbuh 6%, salah satunya ditopang peningkatan proyek pembangunan pusat info alias info center.
Kecipratan Booming Infrastruktur AI
Malaysia menjadi salah satu negara di area nan diuntungkan oleh lonjakan investasi prasarana AI global. Permintaan terhadap produk teknologi dan semikonduktor turut memberikan dorongan bagi aktivitas ekonomi negara tersebut.
Pembangunan pusat info menjadi bagian krusial dari tren tersebut. Infrastruktur ini dibutuhkan untuk mendukung pengolahan data, komputasi awan (cloud computing), serta pengembangan dan pengoperasian beragam aplikasi AI. Meningkatnya kebutuhan prasarana digital dunia turut membuka kesempatan bagi industri manufaktur, penyedia teknologi, dan sektor bangunan Malaysia.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III menunjukkan perlambatan dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Pemerintah tetap perlu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika perdagangan dunia dan perubahan permintaan industri.
Proyeksi Ekonomi 2026 dan 2027
Sementara itu, pemerintah Malaysia pekan lampau meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 untuk kedua kalinya sepanjang tahun ini. Ekonomi diperkirakan tumbuh mendekati pemisah atas kisaran proyeksi 4,8%-5,3%.
Untuk 2027, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di rentang 4,2%-5,2%.
Dari sisi kebijakan moneter, bank sentral Malaysia mempertahankan suku kembang kebijakan utamanya di level 2,75%. Suku kembang tersebut tidak berubah sejak Mei 2025, ketika bank sentral memangkasnya di tengah ketidakpastian tarif global.
Data final produk domestik bruto (PDB) Malaysia untuk kuartal III-2026 dijadwalkan dirilis pada 18 November mendatang. Angka final tersebut bakal memberikan gambaran lebih komplit mengenai ketahanan ekonomi Malaysia, termasuk seberapa besar kontribusi manufaktur, jasa, dan investasi pusat info terhadap pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·