Ilustrasi(Dok Istimewa)
KEBUTUHAN bumi upaya atas sumber daya manusia (SDM) nan mempunyai keahlian praktis, keahlian inovasi, dan pengalaman menyelesaikan persoalan nyata terus meningkat seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Kondisi ini mendorong perguruan tinggi menghadirkan model pembelajaran nan lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan pasar kerja.
Tak lagi hanya mengandalkan capaian akademik, bumi kerja sekarang semakin menghargai lulusan nan mempunyai portofolio karya, pengalaman proyek, hingga keahlian menciptakan solusi berbasis teknologi. Kehadiran talenta semacam ini jadi salah satu aspek krusial dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional di era transformasi digital.
Menjawab kebutuhan itu, Program Studi Sistem Informasi Universitas Nusa Mandiri (UNM) menghadirkan beragam penemuan pendidikan nan memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi melalui beragam corak tugas akhir, tidak terbatas pada skripsi konvensional.
Kebijakan ini sejalan dengan transformasi pendidikan tinggi nan mendorong mahasiswa menunjukkan capaian pembelajaran melalui karya nyata, inovasi, serta pengalaman nan berakibat bagi masyarakat dan bumi industri.
Mahasiswa mempunyai kesempatan menyelesaikan studi melalui beragam pilihan tugas akhir, mulai dari pengembangan aplikasi dan sistem informasi, proyek penemuan teknologi, publikasi ilmiah, program kewirausahaan, hingga produk dan solusi digital nan dapat diterapkan secara nyata.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UNM Sukmawati Anggraeni Putri mengatakan pendekatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang nan lebih luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi sesuai minat, bakat, dan tujuan pekerjaan masing-masing.
"Sebagai Kampus Digital Bisnis, kami mau memastikan mahasiswa tidak hanya unggul akademik, tapi juga mempunyai portofolio nan relevan dengan kebutuhan industri. Melalui beragam pengganti tugas akhir, mahasiswa dapat menunjukkan kompetensi lewat karya nyata nan berbobot penemuan dan faedah bagi masyarakat," ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Sukmawati, kebutuhan industri saat ini telah bergeser ke arah keahlian praktis nan bisa menghasilkan nilai ekonomi dan solusi konkret. Karena itu, mahasiswa perlu didorong menghasilkan karya nan dapat menjadi bukti kompetensi sekaligus meningkatkan daya saing mereka saat memasuki bumi kerja.
Ia menjelaskan melalui pendekatan pembelajaran aplikatif dan kontekstual, mahasiswa tak hanya memenuhi syarat kelulusan, tapi juga membangun pengalaman ahli sejak tetap berada di bangku kuliah.
Berbagai proyek nan dihasilkan mahasiswa berpotensi menjadi modal krusial untuk memasuki sektor ekonomi digital nan terus berkembang. Karya-karya tersebut dapat menjadi portofolio bagi mereka nan mau berkarier sebagai analis sistem, developer aplikasi, konsultan teknologi informasi, analis data, hingga pelaku upaya digital.
Selain itu, kurikulum nan diterapkan juga dirancang agar selaras dengan perkembangan teknologi terkini nan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan, seperti artificial intelligence (AI), blockchain, info analytics, enterprise architecture, transformasi digital, dan upaya digital.
Menurut Sukmawati, support kurikulum berbasis industri, tenaga pengajar berpengalaman, dan lingkungan akademik nan inovatif menjadi bagian dari upaya mencetak lulusan nan siap berkontribusi dalam mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.
"Melalui semangat Lulus dengan Karya dan Inovasi, kampus berupaya membuka kesempatan bagi generasi muda untuk membangun portofolio, prestasi, dan pengalaman ahli sejak masa kuliah. Pendekatan ini diharapkan bisa melahirkan talenta-talenta nan tidak hanya siap kerja, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja baru melalui penemuan dan kewirausahaan berbasis teknologi," tutupnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·