Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Mentrans: Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Batam nan mencapai 7,28 persen secara tahunan pada Triwulan II-2026. Capaian ini sukses melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (6,99 persen) dan tingkat nasional (5,29 persen).

Kinerja gemilang ini semakin mengukuhkan posisi Batam sebagai salah satu motor utama ekonomi di luar Pulau Jawa. Pertumbuhan pesat tersebut ditopang kuat oleh sektor industri, investasi, perdagangan, logistik, hingga jasa.

"Capaian ini menunjukkan bahwa industrialisasi dan investasi di luar Pulau Jawa bisa menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional," ujar Iftitah pada keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta seluruh jejeran pemerintah daerah, pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat nan telah bersama-sama menjaga suasana investasi dan aktivitas ekonomi Batam.

"Pemerintah memberikan kepastian dan kemudahan, bumi upaya menghadirkan investasi, para pekerja menggerakkan produksi, dan masyarakat menjaga stabilitas. Kolaborasi inilah nan membikin ekonomi Batam terus tumbuh," katanya.

Menurut Iftitah, keberhasilan Batam memperkuat optimisme pemerintah dalam membangun pusat pertumbuhan baru melalui kebijakan Transmigrasi Baru. Kawasan transmigrasi sekarang dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi nan terhubung langsung dengan industri, investasi, dan pasar.

"Capaian Batam menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak kudu terkonsentrasi di Pulau Jawa. Dengan perencanaan nan tepat, kepastian berusaha, prasarana nan memadai, dan sumber daya manusia nan berkualitas, beragam wilayah di Indonesia bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi baru," ujarnya.

Kementerian Transmigrasi terus memperkuat sinergi lintas sektor demi melahirkan pusat ekonomi baru di wilayah lain. Pertumbuhan ekonomi nan tinggi diwajibkan selalu sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat lokal.

"Target kita bukan sekadar pertumbuhan nan tinggi, tetapi pertumbuhan nan semakin merata dan inklusif. Kemajuan Batam kudu membuka lebih banyak pekerjaan, kesempatan berusaha, dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat lokal serta wilayah sekitarnya," katanya.

Batam saat ini mempunyai posisi sangat strategis sebagai pusat industri, logistik, dan ekonomi digital Indonesia. Kawasan ini berhadapan langsung dengan potensi besar pasar Asia Tenggara.

"Tugas kita sekarang adalah menjaga momentumnya, memperluas manfaatnya, dan memastikan setiap pertumbuhan betul-betul meningkatkan kualitas hidup rakyat," pungkas Iftitah.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News