, BANJARMASIN, – Eko Pece, koreografer dan penari dengan reputasi nasional hingga internasional, berkedudukan sebagai motivator dalam aktivitas bincang imajinatif seni pagelaran berjudul "Dari buahpikiran ke panggung" di Lecture Theater Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kamis. Acara ini diselenggarakan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan menarik ratusan peserta dari seniman lokal.
Kehadiran Eko Pece, alias nama aslinya Eko Supriyanto, nan pernah dipercaya sebagai penata tari penyanyi bumi Madonna, menjadi daya tarik utama. Eko berbagi perspektifnya tentang proses imajinatif dalam seni pertunjukan, dari eksplorasi buahpikiran hingga pengembangan artistik, dan menekankan pentingnya kepekaan terhadap lingkungan sosial dan budaya sebagai sumber inspirasi utama dalam berkarya.
"Proses imajinatif dalam seni pagelaran tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu berangkat dari pengalaman, riset, dan perbincangan dalam lingkungan sekitar," papar Eko. "Yang krusial adalah gimana kita mengolahnya menjadi bahasa artistik nan jujur, namun tetap bisa terhubung dengan penonton nan lebih luas," lanjutnya.
Eko meyakini dengan kekayaan seni budaya di Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan pada umumnya, para seniman di wilayah ini dapat mengolahnya menjadi karya nan bisa mendunia.
Selain Eko Pece, datang pula Chiskevin Adefrid, seorang praktisi seni pertunjukan, penulis, sutradara, dan produser. Chiskevin menekankan pentingnya manajemen produksi dalam mewujudkan sebuah karya seni pertunjukan. "Banyak karya nan idenya kuat, tetapi tidak sampai ke panggung lantaran kurangnya perencanaan produksi nan matang," ujarnya. "Di sinilah peran manajemen menjadi penting, gimana menyatukan visi artistik dengan realistis teknis, serta memastikan seluruh tim bekerja dalam sistem nan terukur," tambahnya.
Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, menyatakan pihaknya terus memperkuat ekosistem seni pagelaran di Indonesia melalui beragam inisiatif nan mendorong lahirnya karya-karya imajinatif dan profesional, salah satunya melalui aktivitas ini. "Bincang imajinatif seni pagelaran ini kami hadirkan sebagai tahap awal program ruang imajinatif seni pagelaran 2026. Kami mendorong para pelaku seni, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya berani berkarya tapi juga memahami gimana mengembangkan buahpikiran menjadi karya nan matang dan siap dipentaskan," ujarnya.
Pihaknya memberikan kesempatan bagi penduduk negara Indonesia berumur 18-35 tahun untuk mengembangkan karya melalui proses kurasi, workshop, mentoring, hingga pementasan di Galeri Indonesia Kaya di Jakarta. "Pendaftaran hingga 31 Mei 2026 dengan mengirimkan proposal karya. Dipilih nantinya 13 proposal terbaik nan bakal mendapatkan akomodasi biaya produksi, workshop, serta mentoring dari praktisi seni berpengalaman," ujarnya. Billy berambisi ada proposal karya seni dari Kota Banjarmasin nan bisa lolos mendapatkan program tersebut.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·