Ilustrasi(Dok Istimewa)
AKADEMI Perempuan NasDem kembali mengampanyekan aktivitas stop kekerasan terhadap wanita dan anak melalui medium seni. Menggandeng masyarakat dan komunitas, sayap partai ini menggelar aktivitas nonton bareng (nobar) movie berjudul “Suamiku Lukaku” di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik sekaligus pembelaan untuk memutus rantai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) nan angkanya tetap tergolong tinggi di Indonesia.
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa penanganan rumor kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan izin dan penegakan norma dari hulu ke hilir. Menurutnya, pembenahan kultur dan kesadaran masyarakat di tingkat akar rumput jauh lebih krusial.
"Menangkap pelaku tidak cukup jika masyarakat tetap menganggap kekerasan di ruang privat sebagai kejelekan keluarga. Lewat movie dan diskusi, kami mau membangun keberanian publik untuk bersuara. KDRT bukan urusan domestik, melainkan pelanggaran norma dan martabat manusia," ujar Amelia melalui keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
Melalui pesan moral dalam movie tersebut, Amelia mengingatkan bahwa kekerasan tidak melulu berupa bentuk seperti pemukulan. Korban kerap kali terjebak dalam lingkaran kekerasan psikis (intimidasi dan isolasi sosial), kekerasan ekonomi (penelantaran finansial), hingga kekerasan seksual dalam rumah tangga (marital rape).
Merujuk info Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Kementerian PPPA, nomor kekerasan di Indonesia tetap memprihatinkan. Pada tahun 2023, tercatat lebih dari 28.000 kasus kekerasan terhadap wanita dan lebih dari 24.000 kasus kekerasan terhadap anak.
"Angka ini diyakini merupakan kejadian gunung es lantaran tetap banyak korban nan memilih tutup mulut akibat rasa malu, takut, alias mendapatkan ancaman dari pelaku," urai Amelia.
Guna memberikan perlindungan norma nan inklusif, Amelia mendesak penguatan penerapan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT (UU PKDRT).
Implementasi ini mencakup peningkatan kapabilitas abdi negara penegak norma agar perspektifnya berpihak pada pemulihan korban, agunan restitusi, serta penyediaan jasa support norma nan mudah diakses.
NasDem juga mengimbau para korban alias masyarakat nan memandang tindakan kekerasan untuk segera melapor ke kanal resmi pemerintah melalui jasa SAPA 129 (Call Center 129 alias WA 08111-129-129), UPTD PPA, maupun lembaga swadaya seperti LBH APIK.
"Kepada para korban, kami sampaikan Anda tidak sendiri. Mencari pertolongan bukan membuka aib, melainkan langkah berani untuk menyelamatkan masa depan," tegasnya.
Sebagai informasi, pemutaran movie "Suamiku Lukaku" merupakan rangkaian kampanye ketiga nan diinisiasi oleh Akademi Perempuan NasDem. Sebelumnya, lembaga ini telah menggelar nobar movie “Semua Akan Lebih Baik Saja” pada 6 Mei 2026, serta menggelar perbincangan interaktif berbareng 50 Pekerja Rumah Tangga (PRT) pada 27 Mei 2026 guna memetakan kerentanan pekerja wanita di sektor domestik.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·