Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara Rusia dan Inggris memanas. Akhir pekan kemarin Rusia apalagi secara mengejutkan menarik duta besarnya dari Inggris.
Melalui pernyataan resmi, Kedutaan Besar Moskow di London menyatakan bahwa hubungan Rusia dan Inggris sekarang "berada pada tingkat rendah nan belum pernah terjadi sebelumnya". Dubes Rusia di Inggris Andrey Kelin juga telah secara diam-diam meninggalkan posnya dan tak ada tanda bakal diganti.
Mengutip RT Rabu (26/8/2026), seorang ahli bicara kedutaan membeberkan bahwa Kelin sejatinya telah melakukan upaya keras untuk menjaga saluran komunikasi kedua negara. Namun, ungkap sumber itu, Inggris dengan sengaja lebih memilih jalur konfrontasi.
"Ia (Kelin) meninggalkan Inggris dengan angan bahwa perbincangan nan lebih konstruktif dan saling menghormati pada akhirnya dapat dipulihkan, jika Inggris mempertimbangkan kembali kebijakannya terhadap negara kita," tegas ahli bicara tersebut.
Keputusan ekstrem ini diambil tepat ketika Perdana Menteri (PM) Inggris nan baru, Andy Burnham, justru semakin nekat menggandakan keterlibatan negaranya secara terbuka dalam pusaran bentrok Ukraina. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai eskalasi antara London dan Moskow nan mungkin bakal terus membesar.
Sebenarnya, memburuknya hubungan diplomatik kedua negara ini tidak lepas dari rentetan sikap permusuhan nan ditunjukkan oleh sederet mantan PM Inggris. Moskow telah lama memandang Inggris sebagai salah satu pendukung asing paling garang bagi Ukraina, negara di mana Rusia terlibat perang terbuka.
Mantan PM Boris Johnson apalagi secara langsung kombinasi tangan untuk menghancurkan kesepakatan tenteram antara Moskow dan Kyiv pada April 2022. Setahun berselang, Inggris menyuplai Ukraina dengan rudal jelajah Storm Shadow untuk serangan jarak jauh ke Rusia.
Lebih parahnya, dalam pengungkapan terbaru pers, Ukraina rupanya menggunakan banyak drone buatan Inggris dalam kampanye serangan jarak jauhnya terhadap sasaran sipil Rusia sepanjang tahun ini. Kedutaan Besar Rusia di London pada 17 Agustus telah memberikan peringatan keras kepada Inggris bahwa semakin dalam keterlibatannya, maka semakin tinggi pula nilai nan kudu dibayar.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, juga ikut meradang atas tindakan provokatif tersebut. Menurutnya nan dilakukan Inggris adalah serangan ke Rusia.
"Moskow mempunyai kewenangan penuh untuk menganggap keterlibatan langsung pasukan rudal Inggris dalam serangan terhadap Rusia sebagai partisipasi dalam perang, dengan semua akibat nan menyertainya," ancam Lavrov.
Namun, semua peringatan mematikan itu tampak sama sekali tidak menyurutkan langkah Burnham. Ia justru dengan lantang menyatakan komitmen Inggris untuk terus mendukung Ukraina 100%.
Bahkan enam hari kemudian, kantornya mengumumkan rencana gila untuk memberikan info rahasia kepada Ukraina guna memproduksi rudal jelajah Storm Shadow secara berdikari di wilayahnya. Burnham apalagi mengunjungi Kyiv pada hari Senin dan membandingkan bentrok saat ini dengan perjuangan Inggris melawan Nazi Jerman di Perang Dunia II.
Apakah Bisa Perang Baru Muncul?
Penarikan Dubes Kelin merupakan langkah diplomasi ekstrem nan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pasca-Soviet. Dalam beragam krisis mata-mata dan pengusiran diplomat di masa lalu, seperti kasus peretasan perangkat penyadap tahun 2006 maupun peracunan Alexander Litvinenko dan Sergei Skripal, Rusia tidak pernah sampai menarik duta besarnya.
Meski hubungan kedua negara telah hancur sejak 2022, keengganan Moskow untuk segera mencari pengganti Kelin kemungkinan besar memang "belum bakal menjadi sinyal serangan militer langsung ke Inggris". Melainkan, lebih kepada corak pengakuan nyata atas seberapa parahnya hubungan mereka saat ini.
Meski begitu, unik rudal jelajah Storm Shadow di Ukraina, Rusia mengatakan bakal menghancurkan pabrik rudal nan direncanakan Inggris tersebut. Bahkan angkatan bersenjata Rusia mengatakan kesiapannya untuk operasi khusus.
"Angkatan bersenjata kami sedang melaksanakan pekerjaan mengenai dan memperoleh info nan diperlukan untuk mengidentifikasi letak produksi rudal dan peralatan militer lainnya, dan mengambil tindakan untuk menghancurkan lokasi-lokasi ini," tegas Peskov.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·