Dulu 12 Jam, Kini Listrik di Pulau Rengit Belitung Nyala 24 Jam

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

PT PLN (Persero) meresmikan Green Energy Ecosystem Technopark (GEET) Pulau Rengit di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (22/8) kemarin. Sistem ini memadukan daya surya, baterai, turbin angin, dan hidrogen untuk mendukung pasokan listrik masyarakat dari sebelumnya sekitar 12 jam menjadi 24 jam.

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra mengatakan, Technopark Pulau Rengit merupakan technopark pertama nan secara resmi dioperasikan PLN. Dengan memanfaatkan daya surya, BESS, turbin angin, dan fuel cell hidrogen, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyediaan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel.

"Sistem ini selanjutnya bakal dievaluasi untuk memandang kesempatan penerapan dan replikasinya di wilayah lain," ujar Edwin dalam keterangannya, Senin (23/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum GEET Pulau Rengit dikembangkan, kebutuhan listrik masyarakat dipasok oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) nan hanya beraksi sekitar 12 jam per hari. Kini, melalui penerapan sistem daya hijau terintegrasi, masyarakat Pulau Rengit dapat menikmati support listrik selama 24 jam.

Pulau Rengit dihuni sekitar 150 jiwa alias 45 kepala keluarga, nan kebanyakan bermata pencaharian sebagai nelayan. Peningkatan keandalan listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka kesempatan aktivitas produktif, antara lain melalui cold storage untuk hasil tangkapan dan konsep agrovoltaik untuk aktivitas pertanian.

Sementara itu GM PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung Ira Savitri mengatakan PLN terus memperkuat prasarana dan keandalan sistem kelistrikan. GEET Pulau Rengit dikembangkan sebagai technopark sekaligus ruang pembelajaran untuk menguji penerapan sistem daya hijau di wilayah kepulauan.

"GEET Pulau Rengit menjadi momentum krusial dalam menghadirkan jasa listrik 24 jam, dari sebelumnya 12 jam, sekaligus memperkuat pelayanan kelistrikan di wilayah kepulauan," katanya.

GM PLN Puslitbang Mochamad Soleh menambahkan bahwa Pulau Rengit bakal terus menjadi ruang riset dan pembelajaran. Menurutnya, Pulau Rengit adalah potret mini dari sebuah model besar.

Jika terbukti beraksi andal 24 jam, pengalaman ini dapat menjadi blueprint untuk pengembangan sistem daya hijau di pulau-pulau terpencil lainnya. Ke depan, pengembangan Puslitbang juga memerlukan kerjasama dengan beragam mitra strategis, baik pemerintah wilayah maupun perguruan tinggi seperti Universitas Bangka Belitung, untuk bersama-sama melakukan riset dan mengembangkan teknologi nan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," jelasnya.
Dari sisi kebijakan, Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam menyebut Pulau Rengit dapat menjadi contoh pengembangan teknologi hidrogen.

"Pengembangan ini sejalan dengan roadmap hidrogen nasional dan diharapkan menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem daya berbasis hidrogen di pulau-pulau lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pemanfaatan listrik untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. "Kami bakal mendorong investasi, termasuk pengembangan perkebunan dan industri pengolahan kelapa, sehingga daya listrik dapat dimanfaatkan secara optimal. Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas akomodasi kelistrikan nan telah diberikan," ujarnya.

Melalui GEET Pulau Rengit, PLN terus mendorong riset, inovasi, dan kerjasama untuk menghadirkan listrik nan lebih bersih, andal, dan berkepanjangan bagi masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia. Pengembangan GEET juga melibatkan kerjasama dengan perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengembangan fuel cell, Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam pengembangan baterai, serta Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam pengembangan konsep agrovoltaic. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat kegunaan GEET Pulau Rengit sebagai ruang riset dan pembelajaran sekaligus membuka kesempatan penerapan teknologi daya hijau di wilayah lainnya.

Peresmian dihadiri Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, Anggota Dewan Energi Nasional Sripeni Inten Cahyani, Direktur Energi Baru Kementerian ESDM Senda Hurmuzan Kanam, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN Edwin Nugraha Putra, PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, PLN Puslitbang, BRIN, Universitas Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Belitung, Forkopimda, dan pemangku kepentingan lainnya.

(rea/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance